Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masih menunggu masukan dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa terkait rincian penyaluran insentif kendaraan listrik.
"Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara, Pak Sigit (CTO Danantara), karena dia yang diminta menentukan ke mana subsidinya," kata Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.
Meski demikian, ia memastikan insentif untuk pembelian motor listrik dan mobil listrik tetap akan dilanjutkan.
"Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," ujarnya.
Baca Juga :
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bonds pada 23 Juli 2026(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa) Siapkan insentif 100 unit mobil dan motor listrik Sebelumnya, Purbaya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit motor listrik tahun ini.
Untuk motor listrik, pemerintah memperkirakan nilai insentif sebesar Rp5 juta per unit. Namun, besaran dan skema final bantuan tersebut masih akan diumumkan setelah pembahasan dengan kementerian dan lembaga terkait selesai.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memutuskan menunda implementasi insentif pembelian motor listrik selama satu bulan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penundaan dilakukan karena skema insentif masih dalam tahap kajian.
"Insentif motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan," kata Airlangga.
Program bantuan fiskal itu semula direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, Menko menjelaskan pemerintah masih perlu mematangkan mekanisme pelaksanaan program sebelum resmi diluncurkan.




