Harga Minyak Terganggu Geopolitik, Hidrogen Bisa Lebih Kompetitif

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai harga hidrogen bisa jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) akibat gejolak geopolitik dan meningkatnya kesulitan mendapatkan minyak.

“Tidak akan lama lagi, harga hidrogen akan jauh lebih kompetitif dengan sumber-sumber bahan bakar lainnya,” ujar Bahlil dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.

Bahlil mengakui bahwa yang menjadi tantangan dalam pengembangan bahan bakar hidrogen saat ini adalah biayanya yang lebih mahal apabila dibandingkan dengan produk energi lainnya.

Ia pun sempat membandingkan harga hidrogen dengan biodiesel B50 kategori non-PSO atau untuk industri. Adapun harga B50 non-PSO berada di kisaran Rp18.600 per liter.

“Kalau pakai bus, itu 1 liter mencapai 3,5–4 km. Kalau diumpamakan dengan hidrogen, ternyata (harganya) masih di atas daripada harga B50. Hidrogen masih agak lebih mahal,” kata Bahlil.

Akan tetapi, Bahlil menyoroti gejolak geopolitik yang saat ini berlangsung di Timur Tengah, perang yang terus terjadi, serta sulitnya mendapatkan minyak dari blok-blok yang baru.

Baca Juga :

Kendaraan Hidrogen Bakal Saingi Listrik, Bahlil: Paling Lambat 5-10 Tahun ke Depan


(Ilustrasi. Foto: Dok ICDX) Faktor yang bikin harga hidrogen lebih kompetitif Berbagai faktor tersebut, menurut Bahlil, akan menyebabkan harga hidrogen menjadi jauh lebih kompetitif.

Oleh karena itu, Bahlil menyampaikan pengembangan ekosistem hidrogen menjadi salah satu langkah yang sangat penting untuk mencapai swasembada energi.

Selain itu, pengembangan hidrogen juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Bahlil untuk melakukan konversi dari bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan.

“Sebuah tantangan untuk kita semua adalah bagaimana mendapatkan teknologi (hidrogen) yang lebih efisien agar kompetitif,” ucap Bahlil.

Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition atau GHES 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, industri, akademisi, mitra internasional, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.

Penyelenggaraan GHES 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam ?mendorong pemanfaatan hidrogen pada sektor transportasi, industri, logistik, dan pelabuhan.

Sektor transportasi menjadi salah satu fokus awal penerapan hidrogen karena memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi kendaraan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes RI dan CDC AS Uji Protap PHEOC untuk Respons Wabah DBD
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bank of America: Piala Dunia 2026 Picu Lonjakan Belanja Konsumen di AS
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
15 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna, untuk Status WhatsApp, Facebook, dan Instagram
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Terima Laporan PWI Soal Hotman Paris Diduga Hina Profesi Wartawan, Sebut akan Pelajari Dahulu
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
PGN soal Tak Ada Gas Metana di Ledakan Grand Polonia: Beda Waktu Pengukuran
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.