Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkenalkan lima pejabat eselon I baru untuk menggantikan pejabat lama sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pengelolaan anggaran berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
BGN Bentuk Tim Baru untuk Perkuat KelembagaanWakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan bahwa BGN telah menerima keputusan pengangkatan para deputi yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan, "Kemarin sore kami menerima keputusan yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto mengenai pengangkatan para deputi di lingkungan BGN. Tentu kami sangat senang karena BGN membutuhkan tim yang kuat untuk bersama-sama memperbaiki kelembagaan BGN sekaligus menyempurnakan Program MBG."
Agustina mengatakan pergantian pejabat diharapkan mampu memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran Program MBG dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Lima pejabat eselon I yang diperkenalkan BGN terdiri atas Lili Familia sebagai Sekretaris Utama BGN, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, serta Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.
Profil dan Pengalaman Para Pejabat BaruLili Familia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN serta berasal dari Kementerian Keuangan dengan pengalaman sekitar 32 tahun, terutama di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea merupakan seorang dokter bergelar Magister Kesehatan Masyarakat yang berasal dari Kementerian Kesehatan dengan keahlian di bidang epidemiologi, imunisasi, dan penanggulangan penyakit menular.
Ketut Sumedana memiliki pengalaman lebih dari 28 tahun di Kejaksaan Agung dan bergelar doktor ilmu hukum.
Ketut akan bertugas melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap berbagai persoalan di lapangan, termasuk dugaan keracunan maupun berbagai bentuk penyimpangan lainnya.
Zainuri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Zainuri memiliki sertifikasi Certified Fraud Examiner (CFE) serta berbagai sertifikasi lain, termasuk di bidang pengadaan barang dan jasa.
Mariman Darto sebelumnya merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mariman memiliki latar belakang di bidang ekonomi, perencanaan, dan kebijakan publik yang dinilai penting sebagai jembatan antara konsep besar dengan implementasi di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya terhadap pengawasan penggunaan anggaran dengan menyatakan, “Saya tak mau uang rakyat dicuri.”




