Melalui regulasi tersebut, setiap atlet diwajibkan menjalani tes menggunakan sampel usap pipi, darah, atau air liur untuk mendeteksi keberadaan gen SRY, gen yang berada pada kromosom Y dan berperan dalam perkembangan karakteristik biologis laki-laki.
Tes hanya satu kali sepanjang karier
Pemeriksaan ini hanya dilakukan satu kali sepanjang karier atlet. Pemain yang tidak memiliki gen SRY dinyatakan memenuhi syarat untuk berkompetisi di WTA Tour.
Sementara itu, apabila hasil tes menunjukkan adanya gen tersebut, atlet akan menjalani evaluasi medis lanjutan sebelum diputuskan layak atau tidak.
Baca Juga :
Naomi Osaka Kesulitan Membagi Peran sebagai Ibu dan Petenis ProfesionalMenghindari peserta wanita transgender
Aturan ini menggantikan kebijakan sebelumnya yang diperbarui pada 2024. Saat itu, perempuan transgender masih diperbolehkan tampil di WTA Tour dengan syarat kadar testosteron berada di bawah 2,5 nmol/L secara konsisten selama dua tahun terakhir.
Hingga saat ini, tidak ada perempuan transgender yang diketahui berkompetisi di WTA Tour.
"Kebijakan kelayakan pemain putri WTA dirancang untuk mendorong kesempatan atletik yang setara dalam tenis profesional putri serta menjaga persaingan yang adil bagi seluruh pemain yang mengikuti turnamen WTA," demikian pernyataan WTA dikutip dari BBC.
WTA menjelaskan kebijakan tersebut telah mengalami peninjauan secara berkala sejak pertama kali diberlakukan pada 1975 agar tetap selaras dengan perkembangan olahraga internasional.
"Setelah peninjauan terbaru, yang mencakup konsultasi dengan anggota WTA serta mempertimbangkan perkembangan standar di olahraga putri, dewan WTA menyetujui pembaruan kebijakan kelayakan pemain putri mulai 2026 yang didasarkan pada jenis kelamin biologis," tulis WTA.
Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa penerapan aturan baru akan dilakukan dengan tetap menghormati hak dan martabat seluruh atlet.
Langkah WTA sejalan dengan kebijakan sejumlah federasi olahraga internasional. Pada September 2025, World Athletics mulai mewajibkan tes gen satu kali bagi atlet yang ingin bertanding di kategori putri pada kompetisi pemeringkatan dunia.
Hal yang sama juga dilakukan World Boxing dengan penerapan tes gen SRY pada Mei 2025 melalui penerapan tes jenis kelamin wajib bagi seluruh atlet yang berlaga di kategori putri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)





