KPK sita barang bukti senilai Rp9,06 miliar pada kasus Bupati Lombok Barat

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti senilai Rp9,06 miliar pada kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini alias LAZ.

"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim KPK juga turut mengamankan barang bukti, apabila ditotal (nilainya) kurang lebih Rp9,06 miliar ya," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Taufik menjelaskan barang bukti yang disita KPK terdiri atas uang tunai dari pencairan rekening milik Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman senilai Rp1,25 miliar, uang tunai di rumah Bendahara CV Dyas Karya Konstruksi senilai Rp20 juta, dan uang dalam rekening CV Dyas Karya Konstruksi senilai Rp489 juta.

"Kemudian, turut diamankan juga sertifikat, ini kepemilikan aset dari LAZ, senilai Rp2,75 miliar," katanya.

Selain itu, KPK juga menyita satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp1,2 miliar hingga kuitansi pembelian tanah milik istri LAZ senilai Rp3,3 miliar.

"Dari barang bukti tersebut, ini yang nanti akan dikembangkan dalam proses penyidikan berikutnya oleh tim penyidik," ujar Taufik.

Baca juga: KPK tetapkan Bupati Lombok Barat dan dua orang jadi tersangka korupsi

Baca juga: KPK sebut Bupati Lombok Barat LAZ terima Rp12,4 M dari praktik korupsi

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini pada 20 Juli 2026. Operasi tersebut menjadi yang ke-17 dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap 20 orang di Nusa Tenggara Barat dan Jakarta, serta membawa delapan orang di antaranya ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk diperiksa secara intensif.

Pada 21 Juli 2026, KPK menetapkan Lalu Ahmad Zaini dan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman sebagai tersangka kasus dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.

Lembaga antirasuah juga menetapkan kedua orang tersebut beserta Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI) Alvonsus Gani sebagai tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: KPK: Bupati Lombok Barat diduga korupsi 32 paket proyek

Baca juga: Bupati Lombok Barat terima suap mobil Rp1,2 miliar hingga sapi kurban


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Vietnam Rilis Daftar 5 Pemain Terbaik di Piala AFF 2026, Satu Bintang Timnas Indonesia Masuk Daftar, Siapa?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Rapat Paripurna DPRD Pangkep, Bupati Sampaikan Komitmen Tata Kelola Transparan saat Menjawab Pandangan Fraksi
• 16 jam laluterkini.id
thumb
Rayakan 5 Tahun, bluDay 2026 Hadirkan Promo Rp 5 Ribu hingga Cashback Rp 5 Juta
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
1.095 Personel Kawal Penyampaian Aspirasi di Jakpus
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
63% Subsidi Energi Dinilai Meleset, Perlu Penataan Mendesak
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.