Jakarta (ANTARA) - Wasit Anthony Taylor mengumumkan pensiun setelah berkarier selama 16 tahun di level tertinggi dan Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhirnya.
Dikutip dari laman resmi Premier League, Selasa, Taylor menilai momentum itu merupakan waktu yang tepat untuk pensiun dan menantikan transisi ke babak selanjutnya dalam karier.
"Menjadi wasit di level elit merupakan suatu kehormatan yang luar biasa, tetapi tekanannya sangat besar dan pengawasannya terus-menerus," ujar Taylor.
Wasit berkebangsaan Inggris tersebut menyampaikan terima kasih yang terdalam kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya selama berkarier menjadi wasit profesional.
Menurutnya, perjalanan karier sebagai wasit profesional bisa mencapai titik tersebut berkat semua dukungan yang dari asistenya, rekan-rekan wasit hingga, keluarga.
Baca juga: Collina nilai keputusan wasit pada laga Argentina vs Mesir sudah tepat
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya yang terdalam kepada kedua asisten saya, Gary (Beswick) dan Adam (Nunn), rekan-rekan wasit saya, dan semua orang yang terkait dengan olahraga ini atas semua dukungan mereka selama bertahun-tahun," ungkap Taylor.
"Yang terpenting, saya ingin berterima kasih kepada keluarga dan teman-teman saya atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan selama pengorbanan besar yang dituntut oleh karier ini," ujarnya.
Wasit berusia 47 tahun tersebut sudah total menjalani karier selama lebih dari 20 tahun dan memimpin 831 pertandingan di berbagai level.
Pada level profesional, Taylor sudah memimpin 668 pertandingan dan laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal menghadapi Spanyol menjadi partai terakhirnya.
Taylor juga selama 16 tahun memimpin 432 pertandingan kasta tertinggi (Premier League) dan menjadi wasit di beberapa final kompetisi piala domestik utama, termasuk final Piala FA tahun 2017 dan 2020.
Taylor juga menikmati karier internasional yang gemilang, dengan menghabiskan waktu selama 14 tahun dalam Daftar Internasional FIFA. Selama masa tersebut, dia memimpin pertandingan di dua Piala Dunia (2022 dan 2026), dua Euro (2020 dan 2024), serta dua Piala Dunia Antarklub FIFA (2022 dan 2025).
Baca juga: Collina tegaskan wasit FIFA tidak bisa dipengaruhi siapa pun
Dikutip dari laman resmi Premier League, Selasa, Taylor menilai momentum itu merupakan waktu yang tepat untuk pensiun dan menantikan transisi ke babak selanjutnya dalam karier.
"Menjadi wasit di level elit merupakan suatu kehormatan yang luar biasa, tetapi tekanannya sangat besar dan pengawasannya terus-menerus," ujar Taylor.
Wasit berkebangsaan Inggris tersebut menyampaikan terima kasih yang terdalam kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya selama berkarier menjadi wasit profesional.
Menurutnya, perjalanan karier sebagai wasit profesional bisa mencapai titik tersebut berkat semua dukungan yang dari asistenya, rekan-rekan wasit hingga, keluarga.
Baca juga: Collina nilai keputusan wasit pada laga Argentina vs Mesir sudah tepat
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya yang terdalam kepada kedua asisten saya, Gary (Beswick) dan Adam (Nunn), rekan-rekan wasit saya, dan semua orang yang terkait dengan olahraga ini atas semua dukungan mereka selama bertahun-tahun," ungkap Taylor.
"Yang terpenting, saya ingin berterima kasih kepada keluarga dan teman-teman saya atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan selama pengorbanan besar yang dituntut oleh karier ini," ujarnya.
Wasit berusia 47 tahun tersebut sudah total menjalani karier selama lebih dari 20 tahun dan memimpin 831 pertandingan di berbagai level.
Pada level profesional, Taylor sudah memimpin 668 pertandingan dan laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal menghadapi Spanyol menjadi partai terakhirnya.
Taylor juga selama 16 tahun memimpin 432 pertandingan kasta tertinggi (Premier League) dan menjadi wasit di beberapa final kompetisi piala domestik utama, termasuk final Piala FA tahun 2017 dan 2020.
Taylor juga menikmati karier internasional yang gemilang, dengan menghabiskan waktu selama 14 tahun dalam Daftar Internasional FIFA. Selama masa tersebut, dia memimpin pertandingan di dua Piala Dunia (2022 dan 2026), dua Euro (2020 dan 2024), serta dua Piala Dunia Antarklub FIFA (2022 dan 2025).
Baca juga: Collina tegaskan wasit FIFA tidak bisa dipengaruhi siapa pun





