Chiang Mai (ANTARA) - Menteri Budaya Thailand Sabida Thaiseth mengunjungi Chiang Mai untuk melakukan inspeksi atas kesiapan provinsi itu menjelang evaluasi teknis oleh penilik dari UNESCO untuk nominasi menjadi situs warisan dunia.
Situs tersebut, dinominasikan dalam gelar "Kawasan Kebudayaan, Situs, dan Monumen Chiang Mai, Ibu Kota Lanna", akan menjalani penilaian lapangan oleh Dewan Internasional Bidang Monumen dan Situs (ICOMOS) pada 3 hingga 8 Agustus 2026.
Dalam kunjungan pada Senin (20/7) itu, Sabida memeriksa sejumlah lokasi utama bersejarah, termasuk gerbang-gerbang kuno kota dan beberapa kuil besar seperti Wat Chedi Luang dan Wat Chiang Man.
Pemeriksaan itu berfokus pada konservasi, pengelolaan situs, dan persiapan data.
Pengajuan nominasi telah diterima oleh kabinet pemerintah Thailand pada Januari 2026 sebelum diserahkan secara resmi kepada Pusat Warisan Dunia di Paris pada Februari lalu.
Sejumlah situs tersebut telah masuk dalam daftar tentatif UNESCO sejak 2015.
Menurut Kementerian Kebudayaan, nominasi itu menekankan nilai-nilai universal Chiang Mai sebagai perwakilan peradaban Lanna dari abad ke-14 dan ke-15.
Sejumlah bangunan yang diajukan terdiri atas tiga kelompok besar yakni gerbang-gerbang dan tembok kota tua, sejumlah kuil bersejarah termasuk Wat Phra That Doi Suthep dan Wat Chet Yot.
Terkait penilaian lapangan, Thailand akan berkoordinasi dengan ICOMOS untuk menyediakan tambahan data menjelang kajian akhir oleh Dewan Warisan Dunia yang direncanakan berlangsung saat sesi tahunan di pertengahan 2027.
Baca juga: ASEAN dukung pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat pada CMIM
Situs tersebut, dinominasikan dalam gelar "Kawasan Kebudayaan, Situs, dan Monumen Chiang Mai, Ibu Kota Lanna", akan menjalani penilaian lapangan oleh Dewan Internasional Bidang Monumen dan Situs (ICOMOS) pada 3 hingga 8 Agustus 2026.
Dalam kunjungan pada Senin (20/7) itu, Sabida memeriksa sejumlah lokasi utama bersejarah, termasuk gerbang-gerbang kuno kota dan beberapa kuil besar seperti Wat Chedi Luang dan Wat Chiang Man.
Pemeriksaan itu berfokus pada konservasi, pengelolaan situs, dan persiapan data.
Pengajuan nominasi telah diterima oleh kabinet pemerintah Thailand pada Januari 2026 sebelum diserahkan secara resmi kepada Pusat Warisan Dunia di Paris pada Februari lalu.
Sejumlah situs tersebut telah masuk dalam daftar tentatif UNESCO sejak 2015.
Menurut Kementerian Kebudayaan, nominasi itu menekankan nilai-nilai universal Chiang Mai sebagai perwakilan peradaban Lanna dari abad ke-14 dan ke-15.
Sejumlah bangunan yang diajukan terdiri atas tiga kelompok besar yakni gerbang-gerbang dan tembok kota tua, sejumlah kuil bersejarah termasuk Wat Phra That Doi Suthep dan Wat Chet Yot.
Terkait penilaian lapangan, Thailand akan berkoordinasi dengan ICOMOS untuk menyediakan tambahan data menjelang kajian akhir oleh Dewan Warisan Dunia yang direncanakan berlangsung saat sesi tahunan di pertengahan 2027.
Baca juga: ASEAN dukung pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat pada CMIM





