Bekasi, VIVA – Enam hari menjadi mimpi buruk bagi TS (25). Perempuan itu diduga tidak hanya dikurung di sebuah kamar kos di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, tetapi juga berkali-kali menjadi sasaran penganiayaan oleh kekasihnya sendiri, pria berinisial S.
Temuan itu diungkap polisi setelah mendalami kasus penyekapan yang kini menjerat S sebagai tersangka. Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Ikhlas Putro Wasono mengatakan korban tidak bisa keluar dari kamar kos selama hampir sepekan.
"Kurang lebih enam hari," kata Ikhlas, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Selama berada di dalam kamar kos tersebut, korban disebut berulang kali mengalami kekerasan fisik. Polisi menyebut penganiayaan terjadi setiap kali pelaku terlibat pertengkaran dengan korban.
"Jadi mereka sering cekcok, selalu dilakukan penganiayaan yang menyebabkan luka-luka," kata dia.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga aksi penyekapan dipicu rasa cemburu pelaku. S disebut mengetahui korban masih menjalin hubungan dengan pria lain. Sejak saat itu, korban tidak lagi diizinkan meninggalkan kamar kos.
"Pelaku mengetahui bahwa korban masih jalan dengan laki-laki lain sehingga sejak itulah sejak dia tahu, cekcok, akhirnya korban tidak boleh keluar lagi dari kamar kos-kosannya itu," kata dia.
Untuk diketahui, Peristiwa ini mencuri perhatian setelah sejumlah media lokal ramai-ramai mengunggah kondisi tubuh korban. Dalam video viral, TS tampak dipenuhi luka lebam. Wajah korban terluka diduga dampak dari pemukulan.
Dalam keterangan video yang beredar, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh SL di sebuah kontrakan.
Lokasi kontrakan tersebut terletak di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Peristiwa semakin terungkap pasca keluarga TS mendatangi lokasi kejadian pada Rabu, 8 Juli 2026.
TS menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Peristiwa pilu dialaminya berawal saat melakukan perbincangan secara intens dengan pelaku.
Situasi berubah ketika keduanya bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat SL diduga meluapkan emosi hingga melakukan kekerasan fisik kepada TS selama sepekan.
"Sebelumnya kami memang sudah berantem terus. Selama satu minggu terakhir itu, dia sudah membabi buta. Kalau dari sebelumnya, kita masih normal aja kayak berantem jeda, baikan," kata TS.





