Dalam pernyataan resminya, FSE mendesak komunitas sepak bola internasional untuk meminta pertanggungjawaban jajaran pimpinan FIFA sekaligus mendorong reformasi tata kelola secara menyeluruh.
Baca Juga :
Presiden La Liga Sebut Piala Dunia 64 Tim Akan ‘Menghancurkan Sepak Bola’Organisasi yang menaungi kelompok suporter dari lebih dari 50 negara anggota UEFA itu juga menuntut agar kewenangan pengambilan keputusan dikembalikan kepada Dewan FIFA dan Kongres FIFA dengan melibatkan klub, liga, pemain, serta perwakilan suporter.
Kritik Harga Tiket dan Diskriminasi Akses
FSE turut menyoroti sejumlah kebijakan FIFA yang dinilai mengeksploitasi loyalitas pendukung demi kepentingan komersial. Organisasi tersebut mengkritik tingginya harga tiket, penerapan sistem dynamic pricing, serta maraknya praktik penjualan kembali tiket resmi.
Selain itu, FSE juga menilai penyelenggara gagal menyediakan fasilitas yang memadai, termasuk tidak adanya akses tiket pendamping gratis bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga :
6 Kelebihan dan Kekurangan Piala Dunia 2026, dari Format Baru hingga Kontroversi FIFAPersoalan aksesibilitas semakin diperburuk oleh kebijakan visa Pemerintah Amerika Serikat yang membatasi kedatangan sebagian suporter, jurnalis, hingga keluarga pemain dari sejumlah negara.
FSE menilai slogan "Piala Dunia untuk Semua" yang diusung FIFA tidak tercermin dalam pelaksanaan turnamen.
FIFA Dinilai Utamakan Bisnis
FSE juga mengecam pergeseran nilai-nilai dasar sepak bola yang dinilai semakin mengutamakan kepentingan komersial dan politik di bawah kepemimpinan FIFA.
Baca Juga :
Konflik FIFA dan UEFA Memanas, Ceferin Boikot Final Piala Dunia 2026FSE menyoroti jeda iklan yang dikemas sebagai water break, perpanjangan waktu istirahat babak pertama demi pertunjukan hiburan, hingga dugaan intervensi terhadap proses penegakan sanksi disiplin pemain. Praktik-praktik tersebut mencerminkan kemunduran dalam tata kelola turnamen.
FSE Awasi Piala Dunia 2030
Setelah menyuarakan mosi tidak percaya terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, FSE menyatakan akan mengalihkan fokus pengawasannya ke persiapan Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, Maroko, Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Baca Juga :
Presiden CONMEBOL Umumkan Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 TimFSE menegaskan bahwa penyelenggara edisi berikutnya harus mengedepankan kebijakan yang menjamin keamanan, aksesibilitas, serta perlindungan hak-hak suporter sebagai bagian penting dari ekosistem sepak bola.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





