JAKARTA, KOMPAS– Kepala Badan Gizi Nasional Naniek Sudaryati Deyang menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut melalui akun Facebook pribadinya. Ia menyampaikan keputusan tersebut diambil dengan alasan harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Dalam unggahannya di akun Facebook pada Rabu (22/7/2026) pagi, Naniek Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa ia sudah berpamitan dengan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pengobatan di luar negeri. Pada pertemuan itu, Naniek sekaligus meminta untuk mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulis Naniek dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahan terpisah, Naniek bercerita bahwa ia sempat terbaring sakit selama sembilan hari, sebelum akhirnya mengikuti Rapat Kabinet pada Senin (21/7) lalu. Berdasarkan diagnosis dokter yang ditulisnya, ia mengalami sumbatan arteri jantung yang dipicu oleh kolesterol tinggi dan tingkat stres yang tinggi selama menjabat sebagai Kepala BGN.
Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui.
“Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut. Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ‘ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tdk boleh saya kecolongan’," tulisnya.
Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa dirinya masih diminta Presiden untuk tetap terlibat dalam pengawasan BGN. Ia kemungkinan akan diminta untuk menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN yang akan dibentuk oleh Presiden.
Naniek menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis. Ia menampik adanya anggapan bahwa program tersebut memiliki muatan politis. Selain itu, menurut dia, program itu telah memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat lapisan bawah.
Terkait sosok penggantinya, Naniek hanya menyebutkan sebagai “adik saya” tanpa merinci identitas lebih lanjut. “Insyallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan dalam unggahan di akun Instagramnya juga memberikan tanggapan terhadap keputusan mundurnya Naniek S Deyang. Lewat unggahan dengan foto Dirgayuza bersama Naniek dan Presiden Prabowo, ia menuliskan takarir (caption), “Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.”
Dalam takarir tersebut, Dirgayuza melanjutkan mengenai capaian Naniek selama memimpin BGN dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Itu di antaranya, evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi), klasifikasi terhadap sekitar 3.000 dapur MBG, penghentian ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh, serta temuan 414 SPPG bermasalah, membentuk 11 tim reformasi, dan refocusing penerima MBG.
Di sisi lain, mundurnya Naniek S Deyang masih menyisakan persoalan yang belum rampung dalam tata kelola program MBG. Sebelumnya dugaan kasus korupsi program MBG telah terjadi pada bekas Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua orang wakilnya, Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sonjaya dan Letnan Jenderal (Purn) Lodewyk Pusung.
Selain itu, masalah keracunan MBG juga masih dilaporkan. Tata kelola program MBG dan refocusing penerima sasaran pun masih dalam proses perbaikan.
Sebelumnya, pada Selasa (21/7/2026), sejumlah pejabat baru juga dilantik sebagai pimpinan tinggi madya di BGN. Itu antara lain, Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Naniek dalam unggahannya mengaku meski ia tidak lama menjabat sebagai Kepala BGN, ia telah meletakkan dasar-dasar untuk perbaikan program MBG ke depan. Itu termasuk pergantian lima eselon satu yang diambil dari lima kementerian/lembaga, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Kejaksaan.
“Dengan diambil dari berbagai kementerian dan lembaga, maka ke depan Badan Gizi Nasional akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya,” tuturnya.





