Waka Komisi X DPR Minta Pemerintah Hati-hati Susun Kurikulum Pencegahan LGBT

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani merespons rencana Kemenag memasukkan pencegahan LGBT ke kurikulum sekolah dasar (SD). Lalu memberikan catatan materinya harus sederhana dan mempertimbangkan perkembangan anak.

"Kalau yang dimaksud adalah memberikan pendidikan tentang kesehatan, perkembangan pubertas, menghargai sesama, serta menjelaskan bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan dari perundungan dan kekerasan, itu bisa menjadi bagian dari pendidikan yang sesuai usia," kata Lalu saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: MUI Setuju Usulan Kemenag soal Pencegahan LGBT Masuk Kurikulum SD

Ia juga meminta materi pencegahan tersebut harus disusun berdasarkan fakta dan mempertimbangkan situasi anak.

"Namun, materi untuk siswa kelas 4 SD perlu disusun dengan bahasa yang sederhana, berbasis fakta, dan mempertimbangkan tahap perkembangan anak," imbuhnya.

Lalu mengingatkan hati-hati jika pencegahan LGBT yang dimaksud berkaitan dengan identitas. Menurutnya, orientasi seksual tidak dapat dicegah lewat kurikulum.

"Di sisi lain, jika yang dimaksud adalah 'pencegahan LGBT' sebagai identitas seseorang, hal itu perlu dijelaskan secara hati-hati karena orientasi seksual dan identitas gender bukan sesuatu yang secara sederhana dapat dicegah melalui kurikulum," ujar dia.

Karena itu, Lalu berpandangan lebih baik pendidikan fokus pada pembentukan karakter anak. Selain itu, kata dia, penting juga menciptakan lingkungan sekolah yang aman untuk anak.

"Fokus pendidikan di sekolah sebaiknya tetap pada pembentukan karakter, etika, kesehatan, penghormatan terhadap orang lain, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua siswa," tutur dia.

Baca juga: Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD




(maa/fca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudaryono Bakal Jabat Kepala BGN, Siap Lepas Posisi Wamentan
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Alasan Kesehatan Jadi Pertimbangan Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Sidang MK, Wamenkum: Audit BPK Bukan Penentu Tunggal Ada Tidaknya Korupsi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Terseret Terorisme, Ulama Palestina Abdul Karim Miqdad Nikahi WNI dan Tinggal di Indonesia 3 Tahun
• 37 menit laluokezone.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Targetkan Terbitkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun pada 2027 untuk Biayai Infrastruktur Publik
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.