IHSG Menguat 0,41 Persen, Pasar Wait and See Keputusan BI-Rate Hari Ini

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Sebuah layar monitor menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Sumber: AP Photo/Achmad Ibrahim)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Namun, pergerakan IHSG diperkirakan cenderung sideways atau mendatar karena pelaku pasar bersikap wait and see menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

IHSG naik 25,99 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.366,01. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut menguat 1,77 poin atau 0,28 persen ke level 638,41.

Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 6.273, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan secara teknikal IHSG berpeluang menguji level resistance 6.377.

"IHSG berpeluang menguji resistance 6.377. Jika berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.398-6.459. Sebaliknya, apabila gagal menembus 6.377, IHSG berpotensi mengalami taking profit dengan area support di level 6.286-6.257," ujar Liza dalam kajiannya, dikutip dari Antara.

Pasar Menanti Keputusan BI-Rate

Dari dalam negeri, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang akan mengumumkan arah kebijakan moneter pada hari ini.

Saat ini, BI-Rate berada di level 5,75 persen. Sepanjang 2026, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali dengan total kenaikan 100 basis poin (bps).

Ekspektasi pasar terhadap keputusan BI kali ini terbelah. Sebagian pengamat dan ekonom memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.

Sementara itu, sebagian lainnya memproyeksikan BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6 persen.

Keputusan BI tersebut menjadi salah satu katalis penting yang akan dicermati investor untuk menentukan arah pergerakan IHSG dan pasar keuangan domestik.

Baca Juga: [FULL] IHSG Menguat dalam Sepekan, Dampak Laporan S&P Pertahankan Rating Kredit Indonesia? | KOMBIS

Selain kebijakan moneter, sentimen domestik juga datang dari rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

DPR bersama pemerintah terus mematangkan pembentukan PFII yang ditargetkan menjadi pusat keuangan global sekaligus menarik aliran dana dari family office internasional.

Berdasarkan kajian yang dikutip Liza, sekitar 3,2 triliun dolar AS aset dikelola oleh family office di seluruh dunia. 

Sekitar 65 persen di antaranya diperkirakan tengah mencari lokasi investasi baru seiring perubahan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian di pusat-pusat keuangan tradisional.

"Melalui penyediaan ekosistem keuangan yang kompetitif, regulasi yang mendukung, serta infrastruktur penunjang, PFII diharapkan mampu meningkatkan arus modal asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi regional," ujar Liza.

Saham Teknologi Global Kembali Jadi Perhatian

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung positif seiring berlanjutnya rebound saham-saham semikonduktor.

Saham sektor semikonduktor sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat aksi profit taking pada tema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • IHSG
  • Indeks Harga Saham Gabungan
  • BI Rate
  • ekonomi indonesia
  • pasar saham
  • BEI
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mundur dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Berkomitmen Tetap Kawal Program MBG
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Jangan Istirahat di Bahu Jalan Tol, Beresiko Kecelakaan dan Sanksinya
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Kembali Salurkan Bantuan ke Aceh Utara, Kemensos Kucurkan Total Rp 61,8 M
• 15 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Pimpin Upacara Praspa di Istana Merdeka, Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
LiuGong memulai pembangunan Green Smart Industrial Park di Karawang
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.