Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Ledakan di Perumahan Mewah di Medan?

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Ledakan dahsyat di perumahan mewah Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026) sore. Peristiwa tiba-tiba itu telah menelan korban jiwa dan mengguncang warga sekitar.

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana kronologis terjadinya ledakan di perumahan Grand Polonia di Medan?
  2. Seberapa dahsyat dampak dari ledakan tersebut?
  3. Berapa banyak korban tewas dan luka sejauh ini?
  4. Apa yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa ledakan tersebut?
  5. Adakah kasus-kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya?
Bagaimana kronologis terjadinya ledakan di perumahan Grand Polonia di Medan?

Sebuah ledakan dahsyat terjadi di perumahan mewah Grand Polonia yang beralamat di Jalan Perhubungan Udara/Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026). Kejadiannya pada sore sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu langit di wilayah Medan Polonia tengah mendung.

Tiba-tiba terdengar sebuah ledakan kuat dari rumah mewah bernomor 3B. Seorang tukang yang menjadi saksi mata ledakan, Ali, menceritakan sangat kerasnya suara ledakan itu. Dia dan sejumlah tukang lainnya tengah memasang keramik di sebelah rumah.

Tim Gegana Kepolisian Daerah Sumatera Utara tiba di lokasi tak lama kemudian untuk melakukan penanganan. Sejumlah ambulans juga dikerahkan. Aparat berupaya menolong korban yang diduga tertimbun reruntuhan.

Lokasi perumahan itu berdekatan dengan Pangkalan Udara Soewondo, Medan. Tak lama setelah kejadian, aparat TNI Angkatan Udara dari Lanud Soewondo tiba di lokasi untuk turut mengamankan situasi.

Baca JugaLedakan di Perumahan Grand Polonia Medan, Sejumlah Rumah Rusak Berat, Gegana Diturunkan
Seberapa dahsyat dampak dari ledakan tersebut?

Ledakan yang sangat keras itu berdampak mematikan dan dahsyat. Dengan seketika menghancurkan rumah mewah 3B berlantai tiga yang menjadi sumber ledakan. Bangunan roboh dan hancur parah. Beton cor lantai dua, lantai tiga, dan tembok rumah itu menimpa penghuninya dan sejumlah kendaraan. Badan mobil ringsek dan kacanya pecah.

Ledakan juga merusak delapan rumah yang ada di sekitar rumah itu. Kaca dan atap rumah-rumah di sekitarnya ikut pecah. Begitu pula dinding rumah sekitar ikut rusak. Kaca di pos sekuriti juga pecah. 

Aparat sampai harus mengerahkan sejumlah truk derek untuk menyelamatkan korban. Alat berat derek dan ekskavator dikerahkan untuk melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan. Petugas menjalankan operasi dengan sangat hati-hati karena struktur bangunan masih sangat rawan roboh.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan penggunaan alat berat dalam pencarian korban dilakukan dengan mengikuti analisis oleh ahli konstruksi. Analisisnya terkait pemindahan beton, kolom, dan tiang baja yang aman.

Baca JugaLedakan di Perumahan Mewah Medan Diduga karena Gas Pipa, Empat Orang Masih Tertimbun
Berapa banyak korban tewas dan luka sejauh ini?

Saat ledakan terjadi, terdapat tujuh orang yang sedang berada di dalam rumah, yaitu keluarga penghuni rumah, asisten rumah tangga, sopir, dan kurir. Empat di antaranya berhasil keluar rumah setelah ledakan terjadi, yaitu Jaevelin (2) dan Hasan yang merupakan keluarga penghuni rumah, seorang sopir, dan seorang kurir. Sementara tiga lainnya diduga tertimbun reruntuhan rumah.

Untuk mencari tiga korban yang tertimbun, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, operasi SAR melibatkan personel Kantor SAR Medan, Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan. Mereka melakukan operasi SAR dengan metode pencarian di lingkungan urban atau perkotaan.

”Dalam operasi ini, tim didukung peralatan, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi,” kata Hery.

Operasi tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seluruh korban yang tertimbun berhasil ditemukan. Korban pertama ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa pukul 02.20 WIB. Tim sempat kesulitan melakukan pencarian karena struktur bangunan rusak berat. Sejumlah tiang baja, tembok, dan kolom beton menumpuk di sisa bangunan di lantai dua dan lantai tiga.

Tim gabungan menurunkan ahli konstruksi untuk memindahkan reruntuhan secara bertahap dan aman. Setelah sebagian reruntuhan dapat dipindahkan, tim SAR dikerahkan dengan tangga hidrolik untuk mengakses lantai dua bangunan tersebut. Dua korban lagi akhirnya ditemukan pada pukul 15.45 dan pukul 18.00.

Ketiga korban tewas yang ini adalah pemilik rumah bernama Jesika serta dua asisten rumah tangga, Ros dan Sinta.

Baca JugaTiga Korban Ledakan Rumah di Medan Ditemukan Tewas, Penyebab Ledakan Diinvestigasi
Apa yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa ledakan tersebut?

Tim dari Polrestabes Medan hingga kini masih menjalankan investigasi untuk mengetahui penyebab di balik insiden ledakan itu. Tim telah membawa alat pendeteksi gas dan menemukan ada kebocoran gas di antara reruntuhan di rumah nomor 3B tersebut.

Tim mendapati gas dengan konsentrasi 10 persen. Terkait itu, masih diselidiki apakah gas dengan konsentrasi sebesar itu bisa menyebabkan ledakan dengan kekuatan cukup besar.

Di sisi lain, PT Perusahaan Gas Negara atau PGN Area Medan turut memeriksa ke lokasi ledakan. Berbeda dengan temuan penyidik, PGN menyebut tidak mendeteksi adanya kebocoran gas di lokasi ledakan.

”Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan tim PGN yang disaksikan pihak eksternal yang berwenang, pemeriksaan menunjukkan angka 0 PPM atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana atau gas bumi di area kejadian,” kata Area Head PGN Medan Agus Kurniawan.

Pihaknya langsung menutup penyaluran gas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian. Selanjutnya, tim memeriksa kebocoran gas di lantai 1 dan lantai 2 rumah pada Senin malam. Mereka menggunakan alat pendeteksi gas bumi atau gas metana.

Baca JugaPolisi Sebut Ledakan di Medan karena Gas Bocor, PGN Sebut Tak Mendeteksi Kebocoran
Adakah kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya?

Ledakan kuatyang diduga terkait dengan elpiji atau gas bumi bukan sekali ini saja terjadi. Di Medan, kasus serupa pernah terjadi pada 2019 silam. Ledakannya sampai menewaskan dua anak dan merusak empat rumah toko di pusat toko oleh-oleh di Jalan Kruing, Medan, Sumatera Utara. Ledakan dipicu elpiji atau gas bumi yang disalurkan melalui pipa.

Pemeriksaan oleh tim forensik menggunakan alat pendeteksi gas menunjukkan di sekitar lokasi masih banyak bahan bakar gas.

Dadang mengatakan, dua anak yang meninggal yakni Jafier (10) dan Eren (2). Dua orang juga terluka berat, yakni suami- istri Rahmad Efendi (43) dan Nurmala Dewi (37) yang merupakan pemilik Toko Sate Kerang Rahmad. Mereka dirawat di Rumah Sakit Royal Prima, Medan. Korban lain yang terluka ringan sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit.

Adapun kasus ledakan akibat kebocoran tabung gas elpiji juga kerap terjadi di berbagai daerah. Oktober 2025, ledakan elpiji 12 kilogram terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, dan menewaskan ES (73). Ia tewas dengan kondisi luka bakar 55 persen.

Ledakan tabung gas elpiji juga terjadi Kelurahan Babakan Sari, yang merupakan kawasan permukiman padat penduduk. Empat warga mengalami luka bakar berat.

Sekretaris Jenderal Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo mendesak agar dibentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus-kasus ledakan gas elpiji.

Baca JugaLedakan Elpiji di Cengkareng Renggut Nyawa Korban, YLKI Minta Diselidiki

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IDX Channel-PwC Gelar ESG Workshop Kupas Standar Baru Laporan Keberlanjutan
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Gaya Komunikasi Menteri PU Dikiritik Publik, Begini Respons Istana
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Menkomdigi Umumkan 3 Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Barang yang Wajib Dibawa saat Cuaca Panas Ekstrem agar Tetap Aman
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Saat Pelabuhan Jakarta Jadi ”Jalan Tikus” Timah Ilegal
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.