HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Bumi Karsa mencatat kinerja positif dalam pelaksanaan Program Multi Years Project (MYP) Paket 3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga akhir Juni 2026, progres fisik proyek telah mencapai 25 persen atau 13 persen lebih cepat dibanding target yang ditetapkan sebesar 12 persen.
Capaian tersebut menunjukkan percepatan pelaksanaan proyek sekaligus menjadi indikator komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tepat waktu di Sulawesi Selatan. Program MYP Paket 3 sendiri mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Pinrang, Enrekang, dan Soppeng.
Project Manager PT Bumi Karsa, Sarif Barakati, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim proyek serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan selama pelaksanaan pekerjaan.
“Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai 25 persen, melampaui target progres sebesar 12 persen. Dengan demikian, pelaksanaan proyek berada 13 persen lebih cepat dari jadwal. Seluruh masukan dan perhatian dari DPRD menjadi bagian dari evaluasi kami agar pelaksanaan proyek tetap berjalan optimal, menjaga kualitas pekerjaan, serta memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Dari total 15 ruas jalan yang dikerjakan, delapan ruas telah memasuki tahap konstruksi. Sementara itu, ruas lainnya masih berada pada tahap perancangan dan persiapan teknis.
Sarif menjelaskan, berdasarkan kontrak, proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2027. Namun, apabila kondisi lapangan tetap kondusif dan tidak terdapat kendala yang signifikan, penyelesaian proyek berpotensi lebih cepat dari jadwal.
Meski mencatat percepatan progres, Bumi Karsa mengakui pelaksanaan proyek juga menghadapi tantangan berupa kenaikan harga material konstruksi dan biaya operasional. Kendati demikian, perusahaan menyatakan tetap menjaga kualitas pekerjaan melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh pemangku kepentingan agar target penyelesaian proyek dapat tercapai.
General Manager PT Bumi Karsa, Ahmad Rani, menegaskan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari percepatan progres pekerjaan, tetapi juga dari konsistensi dalam menjaga mutu konstruksi, penerapan keselamatan kerja, dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis.
“Pencapaian progres yang melampaui target merupakan hasil kolaborasi seluruh tim proyek sekaligus wujud komitmen Bumi Karsa dalam memberikan kinerja terbaik. Bagi kami, percepatan pekerjaan harus berjalan seiring dengan kualitas konstruksi yang tinggi, penerapan aspek keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Kami optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan,” ujar Ahmad Rani.
Kinerja Bumi Karsa juga mendapat apresiasi dari Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil pemantauan DPRD, progres Paket 3 menjadi yang tertinggi dibanding paket lainnya dalam Program Multi Years Project Pemprov Sulsel.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengatakan capaian tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjalankan proyek strategis daerah.
“Dari seluruh paket yang berjalan, Paket 3 mencatat progres tertinggi, yakni mencapai 25 persen. Tentu ini patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan PT Bumi Karsa dalam menjalankan amanah pembangunan infrastruktur daerah,” ujar Kadir Halid.
Bagi Bumi Karsa, apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan kinerja dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan. Perusahaan menilai pembangunan infrastruktur yang berkualitas akan memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan daerah secara berkelanjutan.
Sebagai perusahaan konstruksi nasional yang telah berpengalaman lebih dari lima dekade, PT Bumi Karsa menyatakan akan terus menghadirkan solusi konstruksi yang berkualitas, inovatif, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan. (edo)





