BEKASI, KOMPAS.com – Debit air Kali Bekasi di Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami penyusutan imbas musim kemarau.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (22/7/2026), penyusutan debit air membuat sebagian dasar sungai terlihat.
Tumpukan sampah berupa plastik, kayu, limbah rumah tangga, batu-batu sungai, hingga endapan lumpur yang sebelumnya tertutup air kini muncul di sejumlah titik di bantaran sungai.
Baca juga: Pinggir Kali Petamburan Bakal Disulap Jadi Ruang Terbuka dengan City View Jakarta
Saat debit air menurun, sampah-sampah tersebut tidak lagi terbawa arus sehingga mengendap dan menumpuk di sepanjang tepian sungai.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi debit air Kali Bekasi di Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (22/7/2026), menyusut akibat musim kemarau. Surutnya air membuat dasar sungai dan tumpukan sampah yang sebelumnya tertutup aliran air terlihat di sejumlah titik bantaran sungai.
Di bagian hilir setelah Bendung Bekasi, aliran air tampak lebih dangkal dibandingkan kondisi normal. Bahkan, sejumlah warga terlihat berjalan hingga ke tengah sungai karena kedalaman air di beberapa titik hanya setinggi lutut orang dewasa.
Namun, kondisi berbeda terlihat di bagian bawah Bendung Bekasi. Air masih mengalir normal karena pintu bendung tetap menahan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, dan kebutuhan lainnya.
Surutnya debit Kali Bekasi juga dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari ikan. Sejumlah pemancing tampak memenuhi tepian sungai, sementara warga lainnya menjala ikan di area sungai yang dangkal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Wiratma mengatakan, penyusutan debit air yang terlihat hanya terjadi di bagian hilir atau sebelah utara Bendung Bekasi.
"Di Bendung Bekasi masih terdapat cadangan air karena memang air ditahan untuk kebutuhan irigasi, suplai air baku PDAM, dan kebutuhan lainnya. Jadi sangat wajar kalau terlihat kering setelah bendung," kata Wiratma saat ditemui Kompas.com di Kantor BPBD Kota Bekasi, Selasa.
Menurut dia, fenomena tersebut merupakan kondisi yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, terutama setelah hujan tidak turun selama beberapa pekan terakhir.
Baca juga: JakCare Terima 20.419 Panggilan Kesehatan Mental dalam Setahun, Seperempat dari Luar Jakarta
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Aliran air di Bendung Bekasi masih terlihat normal meski debit air Kali Bekasi di bagian hilir mengalami penyusutan akibat musim kemarau, Selasa (22/7/2026). BPBD Kota Bekasi memastikan kondisi tersebut belum mengganggu pasokan air baku bagi masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir karena debit air di sisi selatan Bendung Bekasi masih dalam kondisi aman.
"Sampai saat ini BPBD Kota Bekasi belum menerima laporan dari masyarakat terkait kekeringan yang menyebabkan sumber air tanah mengering atau sumur tidak lagi mengeluarkan air," ujarnya.
Wiratma menjelaskan, laporan yang sempat diterima BPBD beberapa waktu lalu hanya berkaitan dengan gangguan distribusi air dari PDAM Tirta Patriot. Saat itu, BPBD langsung menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua unit mobil tangki.
Ia juga memastikan pasokan air baku bagi PDAM masih aman karena berasal dari Bendung Bekasi yang masih memiliki cadangan air, ditambah suplai dari Kalimalang.
Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September atau Oktober 2026, BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak untuk menjaga cadangan air tanah.