Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan mencatat lonjakan signifikan dalam alokasi pembangunan infrastruktur pertanian pada sektor irigasi perpompaan. Sebanyak 23 titik irigasi perpompaan disiapkan dan tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan guna mendukung keandalan pasokan air bagi para petani lokal.
Jumlah penerima manfaat bantuan ini mengalami kenaikan drastis jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang hanya menyasar tujuh titik lokasi. Penambahan kuota irigasi perpompaan yang cukup masif pada tahun ini difokuskan secara khusus untuk menggenjot komoditas tanaman padi di kawasan-kawasan potensial.
“Tahun sebelumnya pembangunan irigasi perpompaan hanya ada tujuh titik, namun kali ini mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 23 titik. Adanya perubahan aturan dari pusat juga berpengaruh besar sehingga alokasi bantuan tahun ini bisa menjadi lebih banyak,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfia.
Skema regulasi terbaru yang diterapkan oleh dinas teknis menekankan bahwa sasaran penerima bantuan program perpompaan kali ini diarahkan secara ketat. Lokasi kelompok tani yang diusulkan wajib bersedia menanam padi demi menjaga efektivitas serta keberlanjutan fungsi fasilitas air tersebut.
“Komoditas yang berhak mendapatkan bantuan irigasi perpompaan kali ini khusus untuk tanaman padi saja. Oleh karena itu, setiap lokasi lahan pertanian yang diusulkan harus berkomitmen penuh dan mau menanam padi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sebanyak enam kecamatan penerima program irigasi perpompaan ini dipilih berdasarkan pemetaan daerah yang sering mengalami kendala pasokan air pada musim-musim tertentu. Kehadiran mesin pompa dan jaringan irigasi baru diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas ancaman kekeringan di lahan sawah warga.
“Penambahan fasilitas pompa air di enam kecamatan ini diproyeksikan mampu meningkatkan indeks pertanaman padi di wilayah Pasuruan. Pemerintah daerah melalui dinas akan terus mengawal pemanfaatan 23 titik irigasi ini agar produktivitas panen para petani semakin melimpah,” pungkasnya.
Melalui perluasan jangkauan irigasi perpompaan dari tujuh menjadi 23 unit tersebut, ketahanan pangan daerah di Kabupaten Pasuruan optimistis dapat terjaga secara berkesinambungan. Kelompok tani yang telah diverifikasi di enam kecamatan kini tengah bersiap memanfaatkan sarana pompa air tersebut menjelang musim tanam mendatang. (ada/kun)




