IntipSeleb – Sejumlah negara di Asia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap produk minyak asal Taiwan setelah mencuatnya dugaan pencemaran zat karsinogenik pada minyak salad kedelai yang diproduksi oleh Zhonglian Oils & Fats. Kasus yang dikenal sebagai Insiden Minyak Salad Kedelai Zhonglian Taiwan 2026 tersebut menjadi sorotan internasional karena menyangkut keamanan pangan dan berpotensi memengaruhi distribusi produk makanan ke berbagai negara.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung di Taiwan. Pemerintah setempat bersama sejumlah negara tujuan ekspor juga memperketat pengawasan untuk mencegah produk yang diduga tercemar beredar lebih luas.
Insiden ini bermula pada Juni 2026 ketika minyak goreng produksi Zhonglian Oils & Fats di kawasan Pelabuhan Taichung diketahui mengandung benzo[a]pyrene (BaP) dengan kadar mencapai 8,1 μg/kg.
Angka tersebut jauh melampaui batas maksimum 2,0 μg/kg yang ditetapkan dalam Standar Higiene Zat Pencemar dan Toksin dalam Pangan Taiwan.
Benzo[a]pyrene sendiri merupakan salah satu senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) yang dikenal sebagai zat karsinogenik atau senyawa yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker apabila seseorang terpapar dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu panjang.
Berdasarkan laporan media Taiwan, perusahaan hilir Namchow Oils & Fats sebenarnya telah menemukan adanya kejanggalan sejak 13 Mei 2026. Namun, informasi tersebut baru diteruskan dalam rantai distribusi selama 48 hari, sementara Zhonglian Oils & Fats baru melaporkan temuan tersebut kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) pada 30 Juni 2026.
Keterlambatan pelaporan inilah yang kemudian menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.




