Keputusan Nanik Sudaryati Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tak lepas dari kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Sebelum mengumumkan pengunduran dirinya, Nanik sempat menuliskan curahan hati yang menyita perhatian publik, mulai dari pujiannya kepada Presiden Prabowo Subianto hingga pengakuan dirinya "ambruk" setelah memimpin BGN kurang dari dua bulan.
Melalui tulisan di akun Facebook, ia mengaku semakin memahami beratnya tanggung jawab seorang kepala negara setelah merasakan langsung tekanan saat memimpin BGN.
Nanik mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo mampu tetap tegar meski menghadapi tekanan besar selama menjabat sebagai Presiden.
Baca Juga: Mundur Mendadak, Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Korupsi MBG? Ini Kata Kejagung
“Saya harus mengangkat topi setinggi-tingginya pada Pak Presiden Prabowo. Bagaimana beliau secara mental dan kesehatan dihantam habis selama hampir 2 tahun ini (bahkan sudah sejak belasan tahun lalu), namun beliau tegar, sehat dan kuat serta pantang menyerah,” tulis Nanik.
Pengalaman itu membuat Nanik membandingkan dirinya dengan Prabowo. Ia mengaku merasa malu karena usianya relatif lebih muda dan tanggung jawabnya hanya memimpin satu lembaga, namun kondisi kesehatannya justru menurun drastis.
"Sumpah saya malu semalu-malunya, yang secara umur relatif jauh masih muda, secara tanggung jawab hanya Kepala BGN, tapi belum genap dua bulan saya pimpin BGN saya ambruk," ungkap Nanik.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya penyumbatan pada arteri jantung. Selain dipicu kadar kolesterol yang tinggi, stres berat selama memimpin BGN disebut ikut memperburuk kondisinya.
“Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah, jadi bisa dibayangkan ancurnya,” ujarnya.
Baca Juga: Nanik S Deyang Bocorkan Calon Pengganti Kepala BGN: Saya Bisa Jewer Kalau Menyimpang
Nanik mengaku sebenarnya masih sanggup menghadapi tantangan memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, yang paling membebani pikirannya adalah tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar.
"Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yg membuat saya trauma akut. Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat 'ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tdk boleh saya kecolongan'," lanjutnya.
Diketahui, Nanik Sudaryati Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 8 Juni 2026 menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya dan kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik kemudian digantikan oleh Sudaryono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian.





