Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bersumber dari rakyat dan diperuntukkan bagi rakyat.
Menurutnya, anggaran program tersebut juga memberikan dampak terhadap perekonomian di desa.
"Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa," kata Sudaryono usai dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).
Sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengaku telah melihat langsung dampak program MBG terhadap masyarakat, khususnya di pedesaan.
"Kami melihat langsung bagaimana efeknya, kami melihat langsung bagaimana manfaatnya kepada ekonomi kita di desa-desa yang dirasakan secara penuh oleh masyarakat kita, khususnya petani, peternak, dan lain-lain," ucap dia.
Menurut Sudaryono, selain memberikan asupan gizi kepada penerima manfaat, program MBG juga menyerap hasil produksi pelaku ekonomi lokal, termasuk petani, peternak, dan nelayan.
"Jadi, efeknya adalah dengan memberikan gizi, tapi efeknya adalah meng-absorb ekonomi lokal, khususnya peternak, khususnya nelayan, khususnya kemudian petani kita di daerah," tambah dia.
Setelah resmi memimpin BGN, Sudaryono mengatakan akan membuka ruang bagi berbagai masukan untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG.
"Kami ingin lebih banyak mendengar, ingin kemudian lebih banyak menerima masukan dari semua. Ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru dan lain-lain, kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk kami mengambil sebuah keputusan," jelasnya.





