Airlangga Sebut Bali Sangat Cocok untuk Bangun PFII

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Airlangga mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di atas lahan milik BUMN, yang ada di Bali. 

Airlangga Sebut Bali Sangat Cocok untuk Bangun PFII. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di atas lahan milik BUMN, yang ada di Bali. 

Pertimbangan lahan BUMN di Bali sebagai lokasi PFII didasari hasil kunjungan Airlangga bersama CEO Danantara belum lama ini, termasuk memantau Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK di Pulau Dewata, yang sebelumnya diwacanakan pula sebagai markas pusat keuangan tersebut.

Baca Juga:
Purbaya Targetkan PFII Bisa Mulai Beroperasi pada 2026

"Kemarin kami lihat beberapa KEK, dan juga lahan di Bali Barat, maupun lahan di dekat airport yang dimiliki oleh BUMN. Nah, jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII," ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (22/7/2026).

Airlangga belum dapat memastikan langsung ihwal lokasi persis PFII bakal bercokol di KEK Kura Kura atau Sanur. Tapi, yang jelas, opsi pembangunan PFII bisa juga di luar KEK. Hal ini tak terlepas dari perbedaan karakteristik kawasan antara KEK dan pusat keuangan.

Baca Juga:
Tiru Dubai, Airlangga Sebut PFII Bisa Satu Wilayah dengan KEK

"Kalau fasilitasnya itu (PFII) kan fasilitas financial center. Tapi kalau di carving wilayahnya, dibuat wilayah khusus, itu namanya KEK," kata Airlangga.

Masih soal penentuan KEK di Bali sebagai lokasi PFII atau sebaliknya, Airlangga memastikan infrastruktur di Bali cukup mumpuni, terlebih ada KEK di sektor kesehatan. Kawasan ini digadang-gadang dapat menjadi aspek pendukung bagi mereka yang bekerja di PFII kelak.

Baca Juga:
Purbaya Buka Opsi Ubah Status KEK di Bali Agar Bisa Dijadikan Lokasi Pembangunan PFII

Seturut itu, lahan BUMN mana yang bakal dijadikan lokasi pembangunan PFII, belum juga dapat dipastikan pemerintah. Hal ini seiring masih berlangsungnya kajian lintas institusi maupun aspek legalitas secara Undang-undang dan legitimasi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kajiannya pertama tentu luas lahan. Kedua, lokasi Bali itu sangat cocok karena kemarin sudah ada KEK kesehatan," katanya.

"Nah, salah satu daripada financial center itu juga harus mempunyai fasilitas kesehatan khusus karena tentu nanti akan ada para manager investasi, investor, dan yang lain, supaya mereka nyaman dan merasa aman," imbuhnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembangunan BRT Bandung Raya dimulai, ditargetkan beroperasi 2027
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Nanik Mundur dari BGN, Ketua DPR Harap Pengganti Dicari Secepatnya
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Peneliti UGM Tawarkan Solusi JLFR di Malioboro, Belajar dari London- Bogotá
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Sosok RM Napitupulu, Pengacara yang Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen Jaksel Ternyata Keponakan Hotman Paris
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
PLN Punya Surplus Hidrogen 128 Ton per Tahun, Bisa Layani 438 Kendaraan
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.