Gresik (beritajatim.com) – Kemunculan seekor buaya sepanjang sekitar tiga meter di Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Gresik, membuat warga resah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila keberadaan satwa tersebut membahayakan.
Sebelumnya, suasana di bantaran Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Bungah, Gresik, mendadak berubah setelah seekor buaya berukuran cukup besar muncul ke permukaan air. Kemunculan predator liar itu sontak menarik perhatian warga. Rekamannya pun dengan cepat menyebar di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/7/2026) di kawasan Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah. Dalam rekaman video yang beredar, bagian kepala buaya tampak menyembul di antara aliran sungai sambil bersandar pada pelepah daun pisang yang hanyut.
Beberapa saat kemudian, reptil besar itu terlihat bergerak perlahan mengikuti arus sebelum mendekati sesuatu yang diduga bangkai ayam dan langsung melahapnya. Momen tersebut membuat warga yang berada di sekitar lokasi memilih menjaga jarak karena khawatir buaya masih berada di sekitar aliran sungai.
“Kami jadi waspada dengan kemunculan buaya di bantaran Sungai Bengawan Solo mengingat lokasi tersebut sering dijadikan tempat memancing oleh warga,” ujar Yudi, warga Bungah, Gresik, Rabu (23/7/2026).
Kemunculan satwa liar tersebut dibenarkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang. Ia memastikan laporan yang diterima BPBD memang berasal dari wilayah Kecamatan Bungah, Gresik.
“Benar di Gresik. Sejauh masih aman dan terus kami pantau,” ungkapnya.
Meski kondisi masih dinyatakan terkendali, BPBD Gresik mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Bengawan Solo diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi yang menjadi tempat kemunculan buaya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan buaya, terutama jika satwa tersebut berada di dekat permukiman atau dinilai membahayakan keselamatan warga.
Kemunculan buaya di aliran Sungai Bengawan Solo sebelumnya juga pernah terjadi, meski sudah cukup lama. Kondisi tersebut menunjukkan adanya habitat satwa liar yang masih bersinggungan dengan aktivitas manusia. Karena itu, kehati-hatian warga menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. [dny/but]




