Pemkot Yogya Cari Solusi untuk Gilang Pedagang Asongan Difabel di Pasar Ngasem

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gilang Rizki (29) difabel tunanetra yang berdagang asongan kerupuk rambak curhat kesulitan berdagang di Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta karena terbentur peraturan.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogya) akan mencari solusi untuk asongan, khususnya untuk Gilang.

Kepala Bidang Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo, mengatakan berdasarkan Perda No. 3 tahun 2022 Pasal 17, dilarang mengasong di kawasan pasar, termasuk Pasar Ngasem.

Saat ini ada 15-20 orang yang kerap mengasong di pasar tersebut.

Terkait Gilang yang merupakan pedagang asongan dan difabel, Gunawan mengatakan akan menyampaikan ke pimpinan untuk mendiskusikan solusi terbaik.

"(Tempat khusus difabel) tapi ini masih dalam rencana kami ya. Jadi kalau di Ngasem itu seperti gazebo longgar tapi kalau itu dipakai tempat dahar (makannya) warga jadi berkurang, public space-nya," kata Gunawan dihubungi, Rabu (22/7).

Solusi terdekat menurut Gunawan adalah pedagang asongan menitipkan dagangannya ke pedagang resmi yang terdaftar di Pasar Ngasem.

"Contohnya apakah memungkinkan jika dagangannya itu dititipkan oleh teman-teman pedagang jajan pasar yang ada di Pasar Ngasem, satu itu," katanya.

"Yang kedua, memungkinkan kalau ke pasar yang lain, karena kami kan juga mengelola 29 pasar lainnya. Tapi kemungkinan teman-teman lebih tertarik yang sifatnya menitipkan," katanya.

Gunawan mengatakan pihaknya tidak sekadar menegakkan perda tetapi juga mencari solusi.

"Jadi kami juga ada mencoba selain menertibkan, kami juga ada solusi untuk bersama. Karena kalau ada lahan, monggo nanti kami coba bantu untuk memfasilitasi," katanya

Menurut Gunawan, Pasar Ngasem saat ini menarik banyak pedagang karena pasar tersebut tengah jadi destinasi wisata yang hits. Banyak wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke sana dan berburu kuliner.

Curhatan Gilang

Sebelumnya, Gilang bercerita berjualan di Pasar Ngasem bukan tanpa rintangan. Menurut Gilang di pasar ini tidak boleh ada pedagang asongan. Hari ini pun dia berjualan di lapak yang pedagangnya sedang libur.

"Bukan tindakan represif sih sebenarnya (diingatkan petugas keamanan). Ya aku sadar yang namanya peraturan ya peraturan. Yang namanya yang liar-liar tuh juga perlu dibersihin," katanya.

"Terus kemarin dikasih tahu. Sebenarnya nuwun sewu, emang yang liar-liar dari dulu tuh enggak boleh. Aku juga memahami sih sebenarnya dari kemarin, cuma ya gimana ya. Ya nekat ya, maksudnya aku juga butuh solusi, gitu kan," katanya.

Gilang mengatakan saat ini kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Sementara di Pasar Ngasem ini salah satu tempat yang ramai wisatawan.

"Siapa tahu nanti ada solusi. Sementara sih bisa (jualan di lapak yang ini). Sementara, ini kan libur (pedagang yang menempati lapak)," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Mercedes Buka Suara Jelaskan Penyebab George Russell Bisa Langsung Tersingkir di Lap Pembuka F1 GP Belgia 2026
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Gadis di Bekasi 9 Tahun Diperkosa Ayah Kandung dan 2 Paman, 1 Pelaku Ditangkap
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Donny Ermawan Resmi Jabat Gubernur Universitas Republik Indonesia
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Nanik S Deyang Minta Maaf ke Prabowo karena Mundur dari Kepala BGN
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya Kini Bergeser ke Arah Padu Padan Modern
• 6 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.