JKN Ubah Nasib Sudarno: Tak Jadi Jual Rumah untuk Biaya Pengobatan

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

SUKABUMI, DISWAY.ID-- Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan sakit akan datang. Biaya pengobatan yang tinggi sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, terlebih ketika harus menjalani perawatan dalam waktu yang lama dan berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. 

Namun, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan rasa aman bagi peserta karena dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

BACA JUGA:Mengenal Universitas Republik Indonesia: Kampus Baru Bentukan Presiden Prabowo Terinspirasi INSP Prancis

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Sudarno (49), warga Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. 

Pria yang telah menjadi peserta JKN selama lebih dari 20 tahun tersebut saat ini terdaftar sebagai anggota keluarga dari peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui kepesertaan istrinya.

Sudarno mengaku telah merasakan manfaat besar dari Program JKN sejak pertama kali menjadi peserta. Namun pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat dirinya harus menjalani pengobatan akibat penyakit batu empedu yang sempat membuatnya khawatir akan masa depan keluarganya.

BACA JUGA:Sosok Anggota TNI AD Prada Arif Budi Sampurna Tewas Dibunuh di Tangerang, Korban Alami 10 Luka Tusukan

"Dari awal menjadi peserta BPJS Kesehatan saya sangat terbantu sekali. Besar sekali manfaat yang saya rasakan. 

"Saat kondisi saya sedang menurun, saya sempat sedih dan memikirkan biaya pengobatan. Saya bahkan sudah mempersiapkan rumah dan kendaraan untuk dijual agar pengobatan saya bisa berjalan lancar. Tetapi alhamdulillah semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan," tuturnya.

Perjalanan pengobatannya dimulai dari pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebelum akhirnya mendapatkan rujukan ke rumah sakit. 

BACA JUGA:Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Mengemuka, Founder Krista Exhibitions Siap Tempuh Jalur Hukum

Karena keterbatasan alat kesehatan di Sukabumi saat itu, ia kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit di luar kota.

"Dari puskesmas saya dirujuk ke rumah sakit di Sukabumi, kemudian dirujuk lagi ke rumah sakit di luar kota karena keterbatasan alat. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, saya didiagnosis mengalami batu empedu," katanya.

Awalnya dokter mempertimbangkan tindakan operasi untuk menangani penyakit yang dideritanya. 

BACA JUGA:Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Mengemuka, Founder Krista Exhibitions Siap Tempuh Jalur Hukum

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembali Salurkan Bantuan ke Aceh Utara, Kemensos Kucurkan Total Rp 61,8 M
• 22 jam laludetik.com
thumb
Terjun dari Lantai 46 Apartemen, Sosok Berinisial RMN Diduga Keponakan Hotman Paris, Sempat Dilaporkan Gelapkan Honor Miliaran
• 17 jam lalugrid.id
thumb
BWP Nature Yoga Diikuti 152 Peserta, Dorong Gaya Hidup Sehat
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 22 Juli 2026, Cerah Terik Seharian!
• 18 jam laludisway.id
thumb
Eks Dirut KBS Tersangka Dugaan Korupsi Pakan Hewan, Rugikan Negara Rp 10,2 M
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.