KOMPAS.TV - Siswa Desa Santan Ulu di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, harus bertaruh nyawa pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung kayu.
Kereta gantung kayu digunakan karena tidak ada jembatan yang menghubungkan sungai yang banyak buayanya.
Sejumlah siswa di Desa Santan Ulu harus menyeberangi sungai sepanjang 45 meter dengan cara menarik tali kereta gantung kayu.
Meski berisiko tinggi, tidak ada pilihan lain karena kereta gantung kayu ini menjadi akses paling dekat bagi para siswa untuk berangkat dan pulang sekolah.
Saat hujan, risiko tinggi membayangi para siswa ketika berangkat ke sekolah. Para guru memberikan toleransi waktu jika siswa terlambat tiba di sekolah.
Kereta gantung yang dibangun secara swadaya oleh warga ini sudah digunakan selama enam tahun.
Warga dan para siswa berharap pemerintah segera membangun jembatan agar akses bersekolah mereka menjadi lebih aman.
#jembatan #kalimantan #keretagantung
Baca Juga: 2 Tahun Belum Diperbaiki, Gubernur Pramono: Perbaikan SD Rusak Jadi Prioritas | SAPA MALAM
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- jembatan
- kalimantan
- kereta gantung





