JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Kamrussamad, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor penggerak ekonomi di desa dan membuka lapangan kerja secara signifikan.
Menurut Kamrussamad, rantai pasokan atau supply chain sudah terbentuk dengan hadirnya program MBG tersebut.
“Kemudian telah membuka lapangan kerja yang cukup signifikan,” katanya dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Rabu (22/7/2026).
“Datanya, 27.000 SPPG dikali 47 orang tiap SPPG, di luar kepala SPPG, di luar ahli gizi dan akuntan. Jadi itu lapangan kerja yang nyata dan real yang tercipta.”
Baca Juga: [FULL] MBG Watch & Bakom RI soal Pergantian Kepala BGN, Bisa Perbaiki Tata Kelola MBG?
Menurut dia, masyarakat sudah menerima dan merasakan manfaat dari program MBG tersebut, baik terkait pemenuhan gizi maupun lapangan kerja.
“Ekosistem supply chain-nya sudah mulai terbentuk. Supply chain-nya itu terbentuk maksudnya gini, masyarakat lokal sudah mulai membuat bioflok. Bioflok untuk menyuplai ikan, menyuplai sayuran dan seterusnya ke SPPG itu,” ucapnya.
Kamrussamad juga membenarkan bahwa adanya masalah dalam tata kelola MBG, serta kualitas makanan yang harus dijaga.
“Yang berikutnya, betul ada masalah korupsi, ada masalah tata kelola, ada masalah kualitas yang harus terus dijaga, ini tanggung jawab BGN di bawah pimpinan yang baru untuk membuktikan, bahwa hal tersebut tidak akan terjadi lagi,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Kamrussamad tersebut, anggota MBG Watch Isnawati Hidayah, yang juga menjadi narasumber dalam dialog itu, mengatakan pihaknya juga telah melakukan riset mengenai korelasi antara harga pangan dengan ekspansi SPPG.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kamrussamad
- mbg watch
- mbg
- makan bergizi gratis





