AS dan Arab Saudi Makin Mesra Bahas Nuklir

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi makin mesra membahas soal kesepakatan nuklir. Kedua negara segera mengumumkan kesepakatan tersebut.

Dilansir Kantor Berita AFP, hal ini akan diumumkan pada hari Rabu (22/7/2026) waktu setempat, di tengah pertempuran yang kembali memanas antara raksasa minyak Teluk tersebut dan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, media terkemuka AS, New York Times melaporkan pada hari Selasa (21/7) waktu setempat, bahwa pemerintahan Trump berencana untuk secara resmi menandatangani dan mengumumkan kesepakatan dengan Arab Saudi.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan itu akan memberikan miliaran dolar untuk industri nuklir AS.

Baca juga: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Sebuah ketentuan dalam kesepakatan tersebut, yang akan berlangsung selama 30 tahun, akan mengharuskan perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi, jika studi bersama menyimpulkan bahwa hal itu diperlukan, demikian laporan media Wall Street Journal.

Namun, beberapa anggota parlemen AS dari kedua partai dan pejabat-pejabat Israel telah menyuarakan penentangan terhadap proyek nuklir sipil untuk Arab Saudi tersebut. Sebabnya, mereka khawatir bahwa proyek tersebut pada akhirnya dapat diubah untuk mengembangkan senjata nuklir.

Kesepakatan tersebut diperkirakan akan diajukan ke Kongres AS dalam beberapa hari mendatang. Namun, hal itu hanya formalitas belaka mengingat persetujuan Kongres tidak diperlukan agar kesepakatan tersebut dapat disahkan.

Dengan kembali berkobarnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran, sekutu Iran di Yaman, pemberontak Houthi, mengancam akan memperluas perang minggu ini. Houthi telah mengumumkan bahwa mereka akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Saudi.

Arab Saudi dan Houthi saling baku tembak minggu lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, mengancam keberlangsungan gencatan senjata sejak tahun 2022.

Baca juga: AS Segera Umumkan Kesepakatan Nuklir dengan Arab Saudi




(lir/aik)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beredar Undangan Rapat Paripurna Tanpa Bupati Gowa, Politikus PAN Harap DPRD Hargai Kepala Daerah
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Universitas Republik Indonesia Tangani 3 Lembaga: Sekolah Garuda hingga LAN
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Nanik S Deyang Beberkan Alasan Mundur sebagai Kepala BGN
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pendapatan Turun, Laba ADHI Malah Naik 12,5%, Ini Penyebabnya
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menyambut HAN 2026, Momentum Mengembalikan Hak Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.