Jakarta, tvOnenews.com - BUMN yang bergerak di bidang asuransi umum yakni PT Jasaraharja Putera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) Tahun Buku 2025.
Anak perusahaan dari PT Jasa Raharja itu tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp234,49 miliar pada tahun buku 2025.
Alhasil, laba tersebut terbilang meningkat 41 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris mengatakan capaian tersebut ditopang perbaikan kinerja operasional, pengelolaan risiko, dan penguatan fundamental perusahaan dalam mendukung transformasi dan penguatan bisnis perusahaan.
"Capaian yang diraih perusahaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kinerja, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan perlindungan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Abdul, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Abdul menekankan pihaknya akan berfokus pada penguatan kualitas bisnis, peningkatan pengalaman pelanggan, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan sumber daya manusia guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan ke depan.
Sementara dari sisi permodalan, perseroan mencatat Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 371,90 persen hingga 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 339,78 persen dan berada di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.
Selain itu, Abdul mengatakan pendapatan asuransi tercatat sebesar Rp1,61 triliun, sedangkan hasil jasa asuransi mencapai Rp319,20 miliar atau meningkat 10,22 persen dibandingkan tahun 2024.
Pada saat yang sama, beban jasa asuransi turun 16,27 persen secara tahunan menjadi Rp908,61 miliar, yang menurut perusahaan mencerminkan peningkatan kualitas portofolio bisnis serta efektivitas pengelolaan risiko.
"Dengan semangat transformasi dan tata kelola yang baik, kami optimistis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di masa mendatang," katanya.
Perseroan juga mempertahankan peringkat "AA-" dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 2025.
Peringkat tersebut, lanjut dia, menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang di tengah dinamika industri asuransi.(ant/raa)




