Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON - Perang dengan Iran telah menelan biaya sekitar USD37,5 miliar (Rp671 triliun) bagi Amerika Serikat (AS) sejauh ini. Angka tersebut meningkat hampir USD8 miliar (Rp143 triliun) sejak perkiraan terakhir pada Mei, kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Hegseth mengatakan kepada Komite Alokasi Senat bahwa sangat mendesak bagi para anggota parlemen untuk menyetujui tambahan USD87 miliar (Rp1,57 kuadriliun) dana Kongres untuk Pentagon, dengan USD67 miliar (Rp1,19 kuadriliun) di antaranya dialokasikan untuk operasi di Timur Tengah.

Sidang tersebut beberapa kali terganggu oleh para demonstran anti-perang dan berakhir dengan adu mulut antara Menteri Pertahanan dan seorang senator.

Baca Juga :
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran

Ini adalah penampilan pertama Hegseth di Capitol Hill sejak permusuhan antara AS dan Iran dimulai kembali pekan lalu dan terjadi setelah tiga tentara Amerika dipastikan tewas di wilayah tersebut.

Pada bulan April, Gedung Putih meminta Kongres menyediakan dana USD1,5 triliun (Rp26,8 kuadriliun) untuk Pentagon selama tahun fiskal berikutnya, yang akan meningkatkan pengeluaran militer Amerika ke tingkat tertinggi sepanjang masa di era modern.

Amerika Serikat melakukan serangan udara untuk hari ke-11 berturut-turut pada Selasa (21/7/2026). Iran membalas dengan serangan-serangan balasan terhadap AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Baca Juga :
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Laporkan Dugaan Pencurian Kabel di Tebet, 8 Orang Sempat Diamankan Polisi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
BRImo dan Great World Circus On Ice 2 di Makassar Tinggalkan Kesan Manis bagi Pengunjung
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Ngeri! Kakek di Malang Tewas Terlindas KA Arjuno Ekspres usai Rebahan di Rel
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Donny Ermawan: Universitas Republik Indonesia Dibentuk untuk Menyiapkan Pemimpin Bangsa Masa Depan
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Fokus Berobat, Kepala BGN Naniek Sudaryati Deyang Mundur
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.