REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI, – Delegasi peserta forum internasional ASEAN-ID Blue melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu, untuk mempelajari langsung praktik pengembangan ekonomi biru berbasis masyarakat. Kunjungan ini difokuskan pada dua lokasi utama, yakni Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng dan kawasan konservasi Bangsring Underwater.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi para delegasi untuk melihat bagaimana masyarakat Banyuwangi menerjemahkan konsep ekonomi biru ke dalam aksi nyata. Praktik yang dipelajari mencakup hilirisasi sektor perikanan hingga upaya konservasi laut terpadu.
ASEAN-ID Blue merupakan forum internasional yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Forum ini mempertemukan negara-negara ASEAN, anggota East Asia Summit (EAS), dan anggota Pacific Islands Forum (PIF) untuk berbagi praktik terbaik pengembangan ekonomi biru.
Hilirisasi Perikanan di KNMP Lateng
Di KNMP Lateng, para delegasi mempelajari praktik hilirisasi sektor perikanan yang dijalankan berbasis koperasi. Ipuk menjelaskan bahwa koperasi ini fokus pada pengembangan produk bernilai tambah dari hasil laut, yang secara langsung mendukung perekonomian masyarakat pesisir setempat.
Model bisnis ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan mengolah hasil tangkapan menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, tidak sekadar dijual mentah.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konservasi dan Ekowisata Bangsring Underwater
Kunjungan dilanjutkan ke Bangsring Underwater, sebuah kawasan yang kini menjadi contoh sukses konservasi laut berbasis masyarakat. Para delegasi melihat langsung praktik rehabilitasi terumbu karang dan pengembangan ekowisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat pesisir.
Ipuk menuturkan bahwa kawasan Bangsring sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat praktik penangkapan ikan yang destruktif. Kini, berkat upaya konservasi yang gigih, kawasan tersebut bertransformasi menjadi destinasi ekowisata unggulan sekaligus area perlindungan ekosistem laut.
Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, menegaskan bahwa masa depan ekonomi biru di kawasan ASEAN akan sangat ditentukan oleh praktik-praktik di tingkat lokal seperti yang dikembangkan di Banyuwangi. Ia menilai bahwa koperasi nelayan, UMKM, serta kelompok konservasi memegang peranan krusial dalam menerjemahkan komitmen kerja sama antarnegara menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.