Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mempertahankan sistem rekrutmen praja yang bersih dan transparan. Menurutnya, proses rekrutmen yang akuntabel menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Ia mengatakan kualitas sumber daya manusia yang masuk ke dalam organisasi sangat ditentukan oleh proses rekrutmen. Menurutnya, kesalahan dalam memilih orang dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan organisasi.
"Rekrutmen yang salah menyumbang 60 persen kegagalan. Rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan organisasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik suap dalam proses perekrutan calon praja IPDN. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya mencederai prinsip transparansi, tetapi juga dapat merugikan organisasi secara keseluruhan.
"Saya tidak mau ada bayar membayar, kalau ada pasti akan saya tindak tegas. Tidak ada bermain seperti itu karena akan merugikan organisasi," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga melakukan pengecekan secara acak terhadap proses rekrutmen dengan memanggil 10 calon wisudawan terbaik. Di hadapan civitas academica IPDN, ia menyapa dan berbincang dengan para calon wisudawan untuk memastikan proses yang berjalan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas.
Ia mengaku bangga melihat keberagaman latar belakang praja IPDN yang berhasil meraih prestasi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan proses pendidikan dan rekrutmen di IPDN mampu memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri terbaik bangsa.
"Saya merasa bangga dengan IPDN, artinya proses belajar-mengajarnya benar. Ada anaknya buruh, ada [anaknya] orang kecil, ada yang TNI-Polri tetapi [pangkatnya] tidak tinggi. [Mohon maaf], artinya masuk dalam low middle class tetapi bisa menjadi juara di sini," tuturnya.
Ia kemudian mengenang kehadirannya pada momen wisuda IPDN tahun sebelumnya. Ia menilai capaian para praja menjadi bukti bahwa sistem yang berjalan dapat membuka peluang berdasarkan kemampuan, bukan latar belakang.
"Tahun lalu saya masih ingat, sembilan dari sepuluh [yang terbaik berasal] dari low middle class. Di sini betul-betul murni, tidak ada sogok-menyogok. Itu yang membuat saya datang ke sini dengan hati yang lega," pungkasnya.
Sebagai informasi, jumlah praja IPDN yang akan diwisuda dan dilantik tahun ini sebanyak 1.204 orang. Mereka terdiri atas 728 laki-laki dan 476 perempuan yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
(akd/ega)





