Chicago: Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Penguatan tersebut memperpanjang pemulihan yang didorong oleh aksi beli teknikal setelah logam mulia berulang kali menguji level psikologis USD4.000 per troy ons pada pekan lalu.
Pelemahan tipis dolar Amerika Serikat (AS) turut menopang kenaikan harga emas. Di sisi lain, pelaku pasar tetap mencermati risiko inflasi seiring kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Investing.com, Kamis, 23 Juli 2026, harga emas spot naik 1,3 persen menjadi USD4.130,09 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 1,4 persen menjadi USD4.134,95 per troy ons.
Baca Juga :
Harga Emas Dunia Naik Hampir 2% hingga Tembus USD4.080Analis Pasar Senior Trade Nation David Morrison mengatakan pemulihan harga emas mulai terlihat sejak Jumat setelah harga sempat turun di bawah USD3.960 per troy ons dan menyentuh level terendah sejak awal November.
Pemulihan saat ini dimulai pada Jumat setelah harga emas turun di bawah USD3.960 dan diperdagangkan pada level terendah yang terakhir terlihat pada awal November. Aksi jual ini kemudian tampaknya kehilangan momentum, yang berarti tidak dibutuhkan banyak pembeli untuk mendorong harga naik, kata Morrison.
Meskipun demikian, selalu ada dukungan yang konsisten setiap kali harga emas turun di bawah USD4.000, sambung dia. Menurut Morrison, kenaikan harga emas pekan ini menarik perhatian karena terjadi di tengah penguatan dolar AS.
Menariknya, reli minggu ini terjadi bahkan ketika dolar AS menguat. Keduanya telah berkorelasi negatif untuk beberapa waktu sekarang, dan akan menarik untuk melihat apakah hubungan ini bertahan atau mulai melemah lagi, jelas dia.
Ia menilai arah pergerakan emas selanjutnya masih bergantung pada kemampuan harga menembus level resistensi berikutnya. Pertanyaan besarnya adalah apakah harga emas sudah mencapai titik terendah, ataukah ini hanya reli korektif dalam pergerakan turun yang lebih besar? ungkap Morrison.
Meskipun pemulihan harga emas sangat mengesankan, harga perlu menembus angka USD4.200 secara meyakinkan untuk membangkitkan kembali semangat para investor, tambah dia.
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Ketegangan geopolitik perkuat permintaan
Sentimen terhadap emas juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara dilaporkan telah terlibat aksi saling serang selama sebelas hari berturut-turut. Situasi tersebut mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Risiko geopolitik semakin meningkat setelah muncul ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb dari kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.
Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan peringatan melalui platform Truth Social terkait respons Washington apabila terjadi serangan terhadap kapal di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut dibalas oleh Iran yang, menurut Kantor Berita Tasnim mengutip sumber militer, menyatakan akan menargetkan infrastruktur regional dan fasilitas energi yang memiliki kepentingan Amerika Serikat apabila terjadi serangan terhadap fasilitas vital di Iran.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam KTT ASEAN di Filipina mengatakan Washington tetap terbuka terhadap jalur diplomasi, namun menilai Iran belum menunjukkan keseriusan dalam proses negosiasi.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak naik. Harga perak spot meningkat 1,6 persen menjadi USD59,7265 per troy ons. Sementara itu, harga platinum spot bertambah 1,5 persen menjadi USD1.662,85 per troy ons.




