JAKARTA, KOMPAS — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar melantik pengurus dewan pengurus cabang atau DPC PKB di area Kota Tua Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam. Dalam momen ulang tahun ke-28 PKB ini, seluruh pengurus mendapatkan pembekalan dan bimbingan teknis untuk menjalankan partai dalam periode 2026-2031.
Para kader yang bertugas di DPC ini telah berkumpul sejak Rabu sore. Mereka berasal dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia. Setiap DPC mengirimkan perwakilan lima kader sehingga yang mengikuti arahan Muhaimin di lapangan Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta ini mencapai 2.570 anggota partai.
Prosesi pengambilan sumpah pengurus dilakukan serentak dengan dipimpin oleh Muhaimin. Setelah itu, Muhaimin langsung memberikan arahan melalui pidato yang berlangsung hingga hampir tengah malam.
“Di tempat ini, sengaja kita lakukan pelantikan seluruh jajaran pengurus DPC se-Tanah Air, se-Nusantara. Untuk apa? Agar yang Anda dan kita perjuangkan bersama itu bukan sekadar diri kita, bukan sekadar cabang kita, bukan sekadar kabupaten/kota kita, bukan sekadar provinsi kita. Yang kita perjuangkan bersama-sama ini adalah satu kesatuan perjuangan yang bernama Indonesia,” kata Muhaimin.
Karena itu tidak boleh ada yang luka. Semua harus terlibat dan memutuskan bersama-sama. Ini cara baru pengelolaan organisasi yang lebih partisipatoris.
PKB, kata Muhaimin, adalah kekuatan besar. Oleh karena itu, dia meminta keyakinan dari para pengurus untuk menjalankan partai dalam satu kesatuan yang akan mengubah dan memperbaiki nasib rakyat di kemudian hari. “Pengurus baru, energi baru, semangat baru,” tegas Muhaimin.
Di hadapan ribuan kader, Muhaimin mengingatkan PKB adalah barisan yang memiliki ideologi, gagasan, cita-cita, dan rencana yang bukan hanya dikembangkan saat ini. Rangkaian itu merupakan warisan sejarah dari 28 tahun PKB berjalan, yang sejak lahir mengabdi untuk seluruh rakyat dan Bangsa Indonesia.
“Gus Dur mewariskan ini bukan tanpa persiapan. Gus Dur mewariskan ini dengan berbagai benturan sejarah konteksnya, sehingga hari ini kita bisa sampaikan kepada beliau, barisan PKB hari ini siap melaksanakan semua amanah dan perintah perjuangan Gus Dur dan para pendirinya dengan semua tantangan dan kesulitan yang akan terus kita hadapi,” tutur Muhaimin.
Para pengurus juga diminta untuk merasakan dinamika perkembangan, mulai dari aspek geopolitik hingga ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengubah cara kerja dan pola kehidupan. Muhaimin juga mengingatkan pengurus untuk memberikan kesempatan kepada kaum muda PKB yang terus bertumbuh.
“Saya tahu di antara yang tua terus tumbuh kekuatan-kekuatan kaum muda PKB dari tingkat DPP sampai di seluruh lapisan paling bawah. Energi muda yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin terbaik dalam lingkup dan waktu serta konteks zamannya,” kata Muhaimin.
Menurut Muhaimin, penetapan pengurus DPC kali ini dilakukan dengan basis musyawarah mufakat. Dia menyebut hal itu dilakukan untuk menghindari kompetisi internal yang berujung pada salah satu pihak kalah dan menjadi pasif.
“Karena itu tidak boleh ada yang luka. Semua harus terlibat dan memutuskan bersama-sama. Ini cara baru pengelolaan organisasi yang lebih partisipatoris. Alhamdulillah, ini peserta pelantikan terbesar sepanjang perjalanan PKB,” kata Muhaimin saat ditemui di sela kegiatan.
Ketua Bidang Pengelola Organisasi DPP PKB Abdul Halim Iskandar memaparkan, proses pemilihan kandidat Ketua DPC diawali dengan pemetaan tim koordinator dengan menghasilkan 1.816 kandidat se-Indonesia. Mereka melakukan uji kelayakan dan kompetensi dengan melibatkan pihak ketiga.
“Mereka para psikolog, baik di lembaga pendidikan tinggi maupun lembaga psikologi profesional. Alhamdulillah, dari 1.816 lahirlah 514 ketua DPC se-Indonesia yang didampingi dengan seluruh pengurus DPC dengan total yang sudah dikeluarkan SK (Surat Keputusan) oleh DPP sebanyak 19.675 personel,” ujar Halim dalam laporannya.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kegiatan PKB di salah satu cagar budaya ini. Dia mengagumi konsolidasi hingga regenerasi di dalam tubuh PKB, dan berharap hal ini bisa membawa kemajuan di masa mendatang.
Pramono juga mengenang hubungan dengan Muhaimin sejak menjadi aktivis dalam pergerakan Reformasi 1998 hingga sekarang. Keduanya memang kerap bertemu dalam berbagai kesempatan, dan Pramono melihat kepemimpinan Muhaimin membawa kemajuan bagi partai tersebut.
“Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang naik turun. beliaulah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini. Dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi (DPR). Bahkan lebih tinggi ketika tahun 99, ketika itu 52 kursi kalau tidak salah,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini dalam sambutannya.
Serial Artikel
Muhaimin: PKB Didirikan untuk Bangsa Indonesia, Bukan NU Pribadi
Ketua Umum PKB Muhaimin menegaskan, PKB didirikan untuk seluruh bangsa Indonesia, dan bukan untuk NU sendiri.





