Laba Alphabet Lampaui Ekspektasi pada Kuartal II-2026, Pendapatan Cloud Melonjak 82 Persen

idxchannel.com
21 jam lalu
Cover Berita

Alphabet, perusahaan induk Google, melaporkan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal II-2026.

Laba Alphabet Lampaui Ekspektasi pada Kuartal II-2026, Pendapatan Cloud Melonjak 82 Persen.

IDXChannel - Alphabet, perusahaan induk Google, melaporkan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal II-2026.

Dilansir dari Yahoo Finance pada Kamis (23/7/2026), pendorong utamanya ialah pendapatan bisnis cloud yang melesat 82 persen year-on-year pada triwulan lalu.

Baca Juga:
Waspada Penipuan, Polisi Pastikan Google Meet Penggerebekan Narkoba Adalah Scam

Untuk kuartal tersebut, Alphabet mencatatkan laba per saham sebesar USD9,11 dengan pendapatan sebesar USD119,8 miliar. 

Sebelumnya, analis memperkirakan laba per saham sebesar USD2,86 dan pendapatan sebesar USD116,9 miliar.

Baca Juga:
Wall Street Pekan Ini: Investor Fokus ke Kinerja Induk Google hingga Intel

Namun, perusahaan juga menyatakan bahwa pihaknya meningkatkan belanja modal untuk tahun ini menjadi antara USD195 miliar dan USD205 miliar dari USD180 miliar hingga USD190 miliar. Analis sebelumnya memperkirakan belanja modal sebesar USD186,4 miliar untuk tahun ini 

Saham Alphabet turun lebih dari dua persen setelah berita tersebut.

Baca Juga:
Kolaborasi Dukung Aktivitas Belajar hingga Produktivitas Digital, XLSmart Gandeng Google Gemini

Platform Google Cloud menghasilkan USD24,77 miliar, di atas perkiraan USD24,56 miliar dan jauh di atas USD13,6 miliar yang diperoleh tahun lalu. Bisnis ini didorong oleh permintaan akan kecerdasan buatan (AI) yang meningkat pesat.

Pendapatan iklan mencapai USD81,63 miliar. Analis memperkirakan USD81,12 miliar. 

"Kuartal kedua merupakan kuartal yang luar biasa, dengan pendapatan Alphabet tumbuh 24 persen dari tahun ke tahun dan pendapatan Google Cloud meningkat pesat hingga 82 persen, didorong oleh permintaan akan infrastruktur AI dan solusi AI," kata CEO Sundar Pichai dalam sebuah pernyataan.

Para investor baru-baru ini mengurangi investasi di bidang AI karena mereka terus mencerna pengeluaran besar-besaran untuk pusat data dan chip untuk mendukung platform AI. Pada saat yang sama, perusahaan teknologi telah berulang kali menyatakan bahwa mereka mengalami keterbatasan kapasitas, dengan permintaan akan daya komputasi melebihi pasokan yang tersedia.

Google Alphabet, seperti para pesaing AI-nya, juga berada di bawah tekanan konstan untuk merilis model AI yang semakin canggih. Penundaan apa pun dapat memberi penantang ruang untuk mengungguli persaingan.

Menurut Bloomberg, Google telah menunda model AI Gemini 3.5 Pro karena kekhawatiran terkait kemampuannya dibandingkan dengan model-model terkemuka lainnya. Namun, Google membantah laporan tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peran BNN di Balik Pola Pikir Petani Ganti Ganja dengan Kopi
• 1 jam laludetik.com
thumb
Wall Street Anjlok, Tertekan Saham Raksasa Teknologi dan Kenaikan Harga Minyak
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Peran 3 Tersangka Baru Pembunuhan Anggota TNI AD di Kelapa Dua Tangerang
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Hari Anak Nasional: Dana Pendidikan Saja Tak Cukup, Orang Tua Perlu Siapkan Ini
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Soroti Pentingnya Lemak untuk Anak, Bumbu Bunda Hadirkan Fat Oil 2.0
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.