Mengacu data RTI, IHSG dibuka di level 6.346,61. Lima menit setelah perdagangan dimulai atau pada pukul 09.05 WIB, indeks menguat 21,01 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.355,49.
Aktivitas perdagangan juga mulai ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 2,852 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp844,618 miliar.
Di awal sesi, sebanyak 277 saham menguat, 169 saham melemah, sementara 231 saham bergerak stagnan.
Baca juga: IHSG Naik Lagi, Wall Street dan Harapan The Fed Jadi Pendorong IHSG Sempat Akhiri Reli 10 Hari Berturut-turut Penguatan pagi ini terjadi setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis 0,09 persen ke level 6.334,40, sekaligus mengakhiri reli selama 10 hari berturut-turut.
Koreksi tersebut dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks mencatat kenaikan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Di saat yang sama, investor asing masih melakukan net foreign sell sebesar Rp1,11 triliun di pasar reguler.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 6,00 persen mencerminkan keyakinan terhadap stabilitas Rupiah, inflasi yang terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.
"Pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang kembali memanas setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menutup peluang negosiasi dengan Iran dan mengancam aksi militer lebih lanjut," jelas tim riset.
Sentimen tersebut mendorong harga Brent melonjak lebih dari 4 persen ke sekitar USD95 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.
Dari domestik, investor juga menantikan rilis M2 Money Supply sebagai indikator kondisi likuiditas perekonomian.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.200 dan resistance 6.400. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang konsolidasi dengan kecenderungan positif masih terbuka, meski volatilitas berpotensi meningkat seiring perkembangan sentimen global," tutur tim riset.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





