DPMPTSP: Singapura masih dominasi investasi di Batam capai Rp10,89 T

antaranews.com
18 jam lalu
Cover Berita
Batam (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar sepanjang semester I 2026 dengan nilai realisasi mencapai Rp10,89 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Batam Reza Khadafy mengatakan dominasi investasi Singapura menunjukkan hubungan ekonomi antara Batam dan negara tetangga tersebut masih sangat kuat.

“Singapura tercatat sebagai negara asal investasi terbesar di Kota Batam dengan realisasi investasi mencapai Rp10,89 triliun atau berkontribusi sekitar 36,44 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp29,89 triliun,” kata Reza di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan tingginya investasi dari Singapura didukung oleh kedekatan geografis, konektivitas yang baik, serta iklim investasi Batam yang dinilai kondusif untuk pengembangan sektor industri maupun jasa.

Baca juga: Menko Airlangga: Industri pusat data Batam tumbuh 22 persen per tahun

“Selain faktor lokasi yang strategis di jalur perdagangan internasional, Batam juga memiliki kawasan industri yang terus berkembang, didukung infrastruktur pelabuhan dan bandara, serta kemudahan berusaha yang menjadi daya tarik bagi investor asing,” kata dia.

Ia mengatakan, capaian semester I 2026 dengan total realisasi investasi di Kota Batam mencapai Rp29,89 triliun, telah melampaui target kinerja tahunan dalam Rencana Strategis (Renstra) dengan realisasi mencapai 106,48 persen.

Adapun terhadap target investasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp66,36 triliun, kontribusi investasi dari Batam telah mencapai 45,05 persen.

DPMPTSP Batam mencatat sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam menjadi penyumbang terbesar investasi dengan nilai Rp6,87 triliun atau sekitar 22,98 persen dari total realisasi.

Baca juga: Batam tambah pasokan listrik 300 MW dukung pertumbuhan investasi

“Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur berteknologi tinggi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Batam. Meski mencatat kinerja positif, DPMPTSP Batam menilai persaingan dalam menarik investasi semakin ketat,” kata Reza.

Ia menyebutkan investor kini tidak hanya mempertimbangkan insentif, tetapi juga kepastian hukum, kecepatan pelayanan, kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, serta kualitas sumber daya manusia.

“Karena itu, kami terus memperkuat pelayanan perizinan dan meningkatkan koordinasi antarinstansi untuk menjaga daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia,” ujar Reza.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Jenazah Korban KM Nurul Salsa Berhasil Diidentifikasi, Total Korban Meninggal Teridentifikasi Menjadi Tiga Orang
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengenal Slow Jogging, Lari Santai yang Efektif Bakar Lemak dan Sehatkan Jantung
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Bentuk URI, Mensesneg Akui Belum Ada Pembangunan Gedung
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Teddy Ungkap Isi Diskusi dengan Dasco dan Prasetyo di Teras Istana Merdeka
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
BPIP Bekali Calon Paskibraka Nasional 2026 dengan Ketahanan Digital dan Critical Thinking
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.