Remisi diberikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
IDXChannel— Sebanyak 1.050 anak binaan menerima remisi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026, Kamis (23/7/2026).
Dari jumlah tersebut, 60 anak binaan langsung bebas usai mendapat pengurangan masa penahanan (PMP) HAN II. Sementara, 990 anak binaan lainnya menerima PMP HAN I dari satu hingga empat bulan.
Dirinci, 660 Anak Binaan menerima PMP sebanyak 1 bulan, 206 Anak Binaan menerima PMP sebanyak 2 bulan, 105 Anak Binaan menerima PMP 3 bulan, dan 19 Anak Binaan menerima PMP 4 bulan.
Sementara untuk PMP HAN II, 31 Anak Binaan menerima PMP 1 bulan, masing-masing 14 Anak Binaan menerima PMP 2 dan 3 bulan, sedangkan 1 Anak Binaan menerima PMP 4 bulan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto mengatakan Anak Binaan tetap memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dibina, dan mempersiapkan masa depannya.
“Pembinaan yang diselenggarakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) bukanlah pembalasan, melainkan wujud tanggung jawab negara dalam mengembalikan anak kepada kehidupan yang lebih baik melalui pendekatan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, serta keadilan restoratif,” kata Agus dalam keterangannya.
Menurutnya, proses pembinaan di LPKA tidak boleh dipandang sebagai akhir dari perjalanan seorang anak, justru pembinaan merupakan awal dari proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Seluruh program pembinaan yang dilaksanakan diarahkan untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan akademik maupun vokasional, memperkuat nilai-nilai keagamaan, menumbuhkan kedisiplinan, membangun tanggung jawab, serta mengembangkan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Agus berharap dengan adanya PMP HAN menjadi motivasi bagi seluruh Anak Binaan untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga perilaku yang baik, mematuhi seluruh program pembinaan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Jadikan kesempatan ini sebagai awal untuk menata kembali kehidupan. Teruslah belajar, beribadah, menghormati orang tua, menghargai guru dan petugas pembinaan, serta membangun cita-cita yang tinggi. Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menentukan masa depan kalian,” ucapnya.
(Nadya Kurnia)





