Harga CPO Naik, Ditopang Risiko El Nino hingga Prospek Permintaan Biodiesel

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Kamis (23/7/2026), didorong kombinasi sentimen positif.

Harga CPO Naik, Ditopang Risiko El Nino hingga Prospek Permintaan Biodiesel. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Kamis (23/7/2026), didorong kombinasi sentimen positif mulai dari risiko El Nino, prospek penurunan produksi, hingga meningkatnya permintaan biodiesel di tengah konflik Timur Tengah.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,80 persen menjadi 4.705 ringgit per metrik ton pada 15.19 WIB.

Baca Juga:
Triple B Akuisisi 34,56 Persen Saham EPAC, Siap Gelar Tender Wajib

Direktur The Farm Trade yang berbasis di Kuala Lumpur, Sandeep Singh, mengatakan pelaku pasar tengah mendorong harga menembus level resistance seiring menguatnya sejumlah faktor fundamental.

"Dukungan datang dari risiko El Nino yang mulai membayang, ekspektasi penurunan produksi pada kuartal IV 2026 hingga semester I 2027, prospek peningkatan permintaan biodiesel akibat ketegangan di Timur Tengah, serta potensi kenaikan permintaan dari India menjelang musim festival," ujar Singh, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga:
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD120 pada Akhir 2026 Jika Perang Iran Tak Usai

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,72 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak 2,63 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,84 persen.

Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Baca Juga:
BNI Tuntaskan Penjualan 39,96 Juta Saham BNI Asset Management ke Danantara AM

Sementara itu, impor minyak nabati India diperkirakan meningkat pada periode Juli hingga Oktober.

Perlambatan pengolahan kedelai dan rapeseed diperkirakan mengurangi pasokan domestik menjelang puncak permintaan musim festival.

Managing Partner GGN Research, Rajesh Patel, mengatakan impor minyak nabati India pada Juli diperkirakan melonjak hingga 54 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 750.000 ton, level tertinggi dalam lima bulan.

Di sisi lain, Malaysian Palm Oil Council memperkirakan harga CPO Malaysia bergerak di kisaran 4.400-4.650 ringgit per metrik ton sepanjang Agustus.

Kenaikan harga minyak sawit juga mendapat dorongan dari reli harga minyak mentah.

Harga minyak dunia naik lebih dari 1,5 persen ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan pada Kamis, sehingga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Tidak Ada Indonesia Emas Jika Generasi Muda Hancur Gegara Narkoba
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: AS Serang Iran 12 Malam Berturut-turut
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
KPK periksa Direktur Kemenhut Donny August pada kasus Rita Widyasari
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ini Benturan Hukum yang Membuat Zohran Mamdani Gagal untuk Menangkap Netanyahu
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Tetapkan Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Penyaluran Barang Subsidi dan Bansos
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.