Telkom Kukuhkan Duta Anti-Bullying, Siswa Manfaatkan AI untuk Ciptakan Sekolah Aman

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Telkom Indonesia melalui Unit Social Responsibility Center mengukuhkan para siswa dari 10 sekolah terpilih sebagai Duta Anti-Bullying dalam rangkaian program Edumind Wellbeing and AI Camp. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sekolah yang aman, sehat, dan cerdas melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Manajer Economic Law and Governance Development Telkom Indonesia Unit Social Responsibility Center, Aline Zivana, mengatakan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut bukan menjadi akhir program, melainkan awal dari pendampingan lanjutan selama enam bulan ke depan.

“Hari ini sebenarnya pengukuhan bagaimana komitmen dari 10 sekolah yang menjadi duta anti-bullying. Mereka menjadi perwakilan sekolah untuk mempresentasikan kampanye anti-bullying yang telah dibuat,” kata Aline, usai Lomba Presentasi Anti Bullying dengan pemanfaatan AI, di Kantor BBPMP Sulsel, Kamis, 23 Juli.

Menurut Aline, para peserta menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan berbagai perangkat AI untuk menyusun kampanye pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Penggunaan teknologi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa siswa sudah mampu menggunakan AI secara bijak dan inovatif.

“Mereka sudah bisa berinovasi dengan menggunakan AI sehingga nantinya dapat merangkul teman-temannya di sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan anti-bullying,” ujarnya.

Selain pengukuhan, Telkom bersama mitra juga memberikan beasiswa kepada para peserta berupa pelatihan coding selama enam bulan melalui program Educourse. Beasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para duta untuk mengembangkan dan mengaktifkan program kampanye di sekolah masing-masing.

Aline menjelaskan, salah satu fokus lanjutan program adalah mengoptimalkan penggunaan aplikasi Educourse untuk memantau kondisi emosional siswa melalui fitur emotional checkpoint. Melalui fitur tersebut, sekolah dapat mengetahui gambaran suasana hati siswa setiap harinya.

“Nantinya kami akan memonitor bagaimana kondisi mood di sekolah. Apakah semuanya baik-baik saja atau ada sesuatu yang perlu mendapat perhatian, sehingga sekolah bisa memberikan metode pembelajaran yang lebih adaptif sesuai kondisi siswa,” jelasnya.

Selain itu, aplikasi tersebut juga memiliki fitur pelaporan yang memungkinkan siswa melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan bullying. Laporan tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk melakukan intervensi secara cepat.

“Ketika hasil asesmen menunjukkan ada siswa yang membutuhkan bantuan, kami akan dibantu mitra psikologi dari Edumind untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan,” ungkap Aline.

Ke depan, Telkom juga akan memperluas peran penggerak program dengan menghadirkan Duta Guru. Para guru tersebut akan berperan mengajak tenaga pendidik lainnya untuk membangun sistem sekolah yang lebih aman dan mendukung kesehatan mental siswa.

Menurut Aline, program tersebut tidak akan membentuk badan khusus di sekolah, melainkan memanfaatkan peran organisasi siswa seperti OSIS sebagai penggerak utama.

“Sebagian besar peserta yang hadir merupakan perwakilan OSIS. Menariknya, mereka sudah memasukkan kampanye anti-bullying ke dalam program OSIS, bahkan ada yang membuat website, akun Instagram, hingga ruang aman bagi siswa,” tuturnya.

Ia menilai hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran siswa terhadap isu bullying mulai tumbuh. Para siswa tidak hanya memahami masalah tersebut, tetapi juga mulai menciptakan solusi melalui berbagai inovasi.

Dalam pelaksanaan kampanye, seluruh peserta dari 10 sekolah mendapatkan apresiasi. Aline menyebut seluruh peserta memiliki kreativitas yang hampir setara sehingga seluruhnya diberikan penghargaan.

“Semua juara. Saya juga bingung menentukan nilainya karena 10 sekolah ini semuanya mendapatkan hadiah,” katanya.

Ia mengapresiasi kreativitas siswa yang tidak hanya mengandalkan teknologi AI, tetapi juga menggabungkannya dengan pendekatan konvensional seperti puisi, akting, dan berbagai bentuk ekspresi lainnya.

“Mereka tidak hanya fokus pada AI, tetapi juga mampu memadukan digital dan konvensional. Dari sisi kecerdasan emosional maupun kesiapan menggunakan AI, saya melihat mereka sudah cukup baik,” pungkasnya.

Dalam lomba tersebut, SMA Negeri 17 Makassar keluar sebagai Juara 1. Kemudian disusul oleh SMA Negeri 22 Makassar dan SMK Negeri 3 Makassar sebagai Juara 2 dan 3. (uca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Grup Astra Ungkap Tren Anak Muda Beli Mobil Pertama, LCGC Masih Jadi Pilihan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Menguat usai BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Saham AI dan Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Cuaca Jakarta Hari Ini Diprediksi Cerah Seharian, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Respons Kuasa Hukum Jokowi soal Hakim Terima Eksepsi Dokter Tifa di Sidang Kasus Ijazah
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Panggil Keluarga Atlet Golf Jesslyn WIjaya untuk Pemeriksaan
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.