IDI Lampung Sebut Dokter Magang yang Wafat di Metro Diduga Meninggal karena Penyakit Penyerta

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung menyatakan dokter magang M Zulfikar Drakel yang meninggal dunia di Kota Metro diduga wafat akibat penyakit penyerta yang sebelumnya tidak diketahui dan bukan karena kelebihan beban kerja.

Ketua IDI Lampung Josi Harnos mengatakan hasil investigasi tidak menemukan indikasi overwork, perundungan, maupun kekerasan di lingkungan kerja selama almarhum menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI).

Ia mengungkapkan, "Jadi hasil investigasi yang dilakukan menunjukkan tidak ditemukan indikasi overwork atau kerja berlebihan. Kami juga tidak menemukan adanya bullying maupun kekerasan di tempat kerja."

Investigasi Libatkan Berbagai Pihak

Josi menjelaskan investigasi dilakukan dengan meminta keterangan dari sesama dokter magang, rumah sakit tempat bertugas, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping.

Dari hasil penelusuran tersebut ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang sebelumnya tidak pernah diketahui.

Ia mengatakan, "Dari hasil penelusuran, ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang tidak pernah diketahui sebelumnya."

IDI Lampung juga menemukan adanya indikasi infeksi di dalam tubuh almarhum.

Namun, penyebab pasti infeksi tersebut tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi.

Ia mengungkapkan, "Ada infeksi, tetapi tidak bisa ditegakkan infeksi apa, di mana, dan seperti apa, karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Kami menghormati keputusan keluarga tersebut."

IDI Sampaikan Belasungkawa

Josi menilai karakter almarhum yang cenderung pendiam serta tinggal terpisah dari rekan-rekan sejawat membuat kondisi kesehatannya sulit diketahui sebelumnya.

Ia mengatakan, "Sehingga meninggalnya dokter Zulfikar ini tidak bisa disamakan dengan kasus-kasus sebelumnya yang terjadi, karena penyebabnya berbeda."

IDI Lampung juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr. M Zulfikar Drakel yang wafat pada 21 Juli 2026 saat menjalani masa pengabdian di RSUD Sukadana, Lampung Timur.

Josi mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Pengurus Besar IDI, serta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam proses investigasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
87 Persen Emiten Sudah Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 tapi Angka Verifikasi Masih Rendah
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Siswa Bondowoso Buang Nasi MBG, Sekolah Buka Suara: Bukan Nasi Utuh
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pelatih PSIM Tak Muluk-Muluk soal Target Musim Baru: Bertahan Dulu, Baru Bidik Prestasi
• 19 jam lalubola.com
thumb
Tour de France 2026: Pogacar Tetap Pimpin Klasemen Umum Setelah Etape 17
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wagub Rano Pastikan Sekuriti yang Cekcok dengan Sopir Alphard Tak Dipecat
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.