Infografis Giuseppe Garibaldi, Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia

liputan6.com
11 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan memasuki babak baru dalam penguatan pertahanan maritim. Kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026, menandai pertama kalinya TNI Angkatan Laut mengoperasikan kapal induk dalam sejarahnya.

Giuseppe Garibaldi bukan sekadar kapal perang berukuran besar. Kapal ini menjadi tonggak baru bagi kekuatan laut Indonesia karena untuk pertama kalinya TNI Angkatan Laut akan memiliki kapal yang mampu membawa pesawat tempur sekaligus helikopter dalam satu dek penerbangan.

Advertisement

BACA JUGA: Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Ini Skemanya

Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri di Monfalcone, Italia, kapal ini mulai dibangun pada 1981, diluncurkan pada 1983, dan resmi bertugas di Angkatan Laut Italia pada 1985. Sebelum diserahkan kepada Indonesia, Giuseppe Garibaldi lebih dulu menjalani proses peningkatan kemampuan (upgrade) di Taranto, Italia.

Selama lebih dari empat dekade bertugas, kapal tersebut menjadi salah satu tulang punggung Angkatan Laut Italia dalam berbagai operasi militer dan kemanusiaan.

Salah satu keunggulan utama Giuseppe Garibaldi berada pada dek penerbangannya.

Kapal ini memiliki dek sepanjang sekitar 174 meter yang dilengkapi ski jump, yaitu landasan melengkung dengan sudut 6,5 derajat. Desain tersebut memungkinkan pesawat tempur Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL), seperti AV-8B Harrier II, lepas landas dalam jarak pendek tanpa membutuhkan landasan pacu yang panjang.

Kemampuan itu membuat Giuseppe Garibaldi dapat membawa hingga 16 pesawat tempur Harrier II dan dua helikopter pencarian serta penyelamatan, atau dikonfigurasi mengangkut sekitar 18 helikopter sesuai kebutuhan operasi.

Fleksibilitas tersebut membuat kapal ini dapat menjalankan berbagai misi, mulai dari operasi tempur, patroli laut, anti-kapal selam, pengamanan wilayah, evakuasi warga negara, hingga bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana.

Di balik ukurannya yang besar, Giuseppe Garibaldi memiliki mobilitas yang tinggi.

Empat turbin gas CODAG bertenaga sekitar 81.000 tenaga kuda (horsepower) mampu mendorong kapal melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.

Pada kecepatan jelajah sekitar 20 knot, kapal ini mampu berlayar hingga 7.000 mil laut, setara hampir 13.000 kilometer, sehingga dapat menjalankan operasi dalam waktu lama tanpa harus sering mengisi ulang bahan bakar.

Kecanggihan Giuseppe Garibaldi tidak hanya terletak pada kemampuannya mengangkut pesawat tempur.

Kapal induk ini juga dibekali sistem pertahanan berlapis untuk menghadapi ancaman dari udara maupun bawah laut. Persenjataannya meliputi rudal pertahanan udara Aspide, meriam pertahanan jarak dekat atau Close-In Weapon System (CIWS) DARDO, peluncur torpedo, hingga berbagai perangkat peperangan elektronik.

Kapal ini juga dilengkapi sistem peluncur umpan (decoy), pengacau radar, serta sistem perlindungan terhadap serangan torpedo yang meningkatkan kemampuan bertahan saat beroperasi di wilayah konflik.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cak Imin: Semoga 28 Tahun PKB Semakin Bermanfaat dan Berkah
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Termurah Rp2.640.000 per Gram
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Biadab! Israel Terus Bantai Warga Gaza dalam Pelanggaran Gencatan Senjata
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Cak Imin Ungkap Alasan Jadikan Prabowonomics Tema Harlah Ke-28 PKB
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Panggil Para Menteri Kabinet ke Istana, Bahas Kopdes Merah Putih
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.