JAKARTA, KOMPAS.com - Ijtima Ulama Indonesia yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merekomendasikan adanya pembenahan dan perubahan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Jadi, salah satu rekomendasi dari Ijtima Ulama ini adalah soal tanggung jawab para ulama, para kiai untuk membenahi PBNU," kata Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Apa Alasan PKB Gelar Ijtima Ulama?
Di dalam forum tersebut, para ulama menyuarakan agar Muktamar mendatang menjadi momentum bagi PBNU untuk kembali fokus pada peran strategisnya di tengah masyarakat.
"Mereka tetap menginginkan PBNU sebagai lokomotif civil society dalam memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah, mendampingi umat untuk melakukan pemberdayaan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Maman.
Maman menegaskan, ulama juga mendorong agar pelaksanaan Muktamar di Jombang mendatang bebas dari praktik-praktik politik transaksional.
"Tapi lebih dari itu, ini adalah Muktamar yang harus melibatkan begitu banyak pihak, memberikan peluang bagi anak-anak muda, profesionalisme, dan sebagainya, serta merumuskan kembali bagaimana ke depan peran Nahdlatul Ulama menjadi kembali lokomotif civil society," tegasnya.
Baca juga: PBNU Undang Presiden Prabowo untuk Buka Muktamar Ke-35 NU
Selain membahas peran sosial dan kelembagaan, Ijtima Ulama juga menyoroti isu-isu lingkungan seperti keberlanjutan ekologi hingga penghentian pembalakan liar (illegal logging).
Hal ini berimplikasi pada kriteria kepemimpinan nasional dan organisasi ke depan.
"Sehingga Muktamar NU ke depan betul-betul harus dipimpin oleh pemimpin yang amanah, profesional, alim, alamah, dan juga visioner ke depan. Bicara soal NU adalah bicara soal Indonesia. Kalau Indonesia ingin baik, maka PBNU harus dipimpin oleh orang-orang yang betul-betul paham ke mana Indonesia akan dibawa," kata Maman menambahkan.
Tuntutan reformasi di tubuh PBNU dipertegas Sekretaris Dewan Syuro PKB Saifullah Ma'shum yang menyebutkan bahwa poin utama dari seluruh rangkaian narasi Ijtima Ulama adalah perlunya pergantian pucuk pimpinan.
"Saya ingin menambahkan soal Muktamar ya. Jadi poinnya bahwa Muktamar nanti harus terjadi perubahan kepemimpinan di PBNU. Itu aja poinnya. Dari seluruh narasi tadi itu, harus ada perubahan pimpinan di dalam tubuh PBNU," tegas Ma'shum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




