Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan kehadiran Universitas Republik Indonesia (URI) tidak akan mengubah fungsi Kementerian maupun membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Brian mengatakan peran dan posisi URI akan dijelaskan lebih rinci oleh pimpinan universitas tersebut dalam waktu dekat.
"Enggak, fungsi kita tidak berubah ya, semuanya, tidak ada. Jadi mungkin nanti dalam waktu dekat Pak Gubernur URI akan lebih menjelaskan lagi bagaimana peran dan posisinya," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).
Ia memastikan keberadaan URI tidak berarti menjadi lembaga yang membawahi seluruh kampus di Indonesia.
"Tapi bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus ya, tidak begitu," tegasnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai rencana pembangunan 10 kampus URI dan kaitannya dengan Kemendiktisaintek, Brian mengatakan konsep tersebut masih dalam tahap kajian.
"Nah, itu masih dalam kajian seperti apa," ujarnya.
Meski demikian, Brian menjelaskan tujuan utama URI adalah menjalankan program afirmasi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap mengisi berbagai kebutuhan nasional, terutama di sektor-sektor strategis.
"Intinya kan URI itu program-program afirmasi menyiapkan SDM-SDM untuk lebih siap bekerja di lokasi-lokasi atau posisi-posisi yang strategis," katanya.
Menurut Brian, posisi strategis yang dimaksud tidak hanya berada di wilayah perkotaan, tetapi juga mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta berbagai program prioritas pemerintah.
"Posisi strategis ini kan bisa di 3T, bisa di program prioritas nasional dan sebagainya," tandasnya.





