Mencekam! Evakuasi Oknum Guru ASN dan Suami Terduga Pencabulan Anak di Tanjungbalai

rctiplus.com
10 jam lalu
Cover Berita
Mencekam! Evakuasi Oknum Guru ASN dan Suami Terduga Pencabulan Anak di TanjungbalaiNasional | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 20:44

TANJUNGBALAI, iNews.id – Proses evakuasi oknum ibu guru ASN dan suami terduga pelaku pencabulan anak  di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, berlangsung mencekam dan dramatis pada Rabu (22/7/2026) malam.

Ratusan warga yang emosi mengepung rumah pelaku sejak sore hari hingga bertindak anarkistis dengan merusak bangunan rumah. Petugas gabungan Polsek Teluk Nibung dan Polres Tanjungbalai yang berupaya mengamankan pelaku bahkan nyaris menjadi sasaran amukan massa.

Guna menghindari aksi main hakim sendiri, petugas bergerak cepat menerobos kerumunan warga dan langsung memboyong pasutri tersebut ke dalam mobil patroli. 

Kepala Lingkungan setempat, Sadam Husin Hasibuan mengatakan, amuk massa dipicu oleh kekesalan warga atas dugaan aksi pelecehan dan pencabulan yang dilakukan pasutri tersebut terhadap anak di bawah umur yang merupakan tetangga sekitar.

Kekesalan warga yang tak terbendung membuat situasi di sekitar lokasi kejadian sempat tidak terkendali hingga berujung pada pengerusakan rumah terduga pelaku.

Baca Juga:Korupsi IUP Bauksit Kalbar, Kejagung Sita Lamborghini Aventador Milik Tersangka

"Warga geram karena pasutri ini diduga kuat menjadi pelaku pelecehan dan pencabulan terhadap anak warga di lingkungan sini. Massa yang mendatangi rumah sudah tidak terkendali hingga terjadi aksi pengerusakan," ujar Kepala Lingkungan, Sadam Husin Hasibuan, Kamis (23/7/2026).

Saat ini, kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri sudah diamankan petugas di Mapolres Tanjungbalai.

Kasi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda Ruslan mengatakan, kedua terduga pelaku telah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan tertutup di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanjungbalai.

Laporan terkait perbuatan dugaan pelecehan oleh suami oknum guru tersebut sebenarnya telah dilayangkan sejak Mei lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menggunakan modus mengiming-imingi atau memberikan ponsel (handphone) kepada korban sebelum melakukan aksi pencabulan. 

“Kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri itu masih diperiksa intensif di Unit PPA Polres Tanjungbalai,” katanya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:Penampakan Taufik Hidayat Penyekap Pacar saat Ditangkap, Tangan Diborgol Tali Tis

Emosi warga membuncah hingga melakukan pengepungan lantaran menganggap proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan lambat sejak dilaporkan beberapa bulan lalu. 

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan mengonfirmasi akan memberikan pengawalan penuh, baik dalam proses hukum maupun pemulihan trauma mental korban.

"Kami dari KPAD akan mengawal ketat proses hukum ini agar berjalan adil. Fokus utama kami adalah memberikan perlindungan hukum serta pendampingan psikologis untuk menjaga kondisi mental anak yang menjadi korban," kata Ketua KPAD Asahan, Awaluddin.

#sumut

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HRTA Raih Fasilitas Kredit Modal Kerja dari BMRI hingga Rp2,17 Triliun
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi X Akan Minta Penjelasan Kemendiktisaintek soal Universitas RI
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Luapan Sungai Taquari di Brasil Rendam Permukiman dan Putus Jalan Utama
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pontianak alokasikan anggaran khusus anak penderita kanker dan jantung
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Update Korban Kecelakaan Avanza Masuk Jurang di Dagangan Madiun, Satu Tewas dan Enam Luka
• 22 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.