Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat menghadiri Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut ada tiga tokoh politik yang diibaratkannya sebagai "kancil" karena dinilai cerdik.
Ketiga tokoh yang dimaksud adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Mulanya, Prabowo mengaku hampir terbawa suasana setelah menyaksikan sejumlah penampilan dalam acara Harlah PKB.
"Saya khawatir lama-lama di sini saya tidak tahan, saya bisa keluar air mata itu. Gerindra aja enggak pakai begitu itu kok," ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Prabowo kemudian menggoda Dasco terkait posisinya sebagai Ketua Harian Partai Gerindra.
"Kau coba hati-hati kau, lu mau jadi Ketua Harian lagi enggak lu? Ini akal-akalan Gus Imin ini," katanya.
Prabowo lalu menyebut Cak Imin dan Dasco sebagai dua kancil dalam dunia politik Indonesia.
"Memang di Indonesia ini ada dua pemimpin kancil, Gus Imin dan Sufmi Dasco," ujarnya.
Secara khusus, Prabowo juga melontarkan candaan kepada Dasco yang disebutnya kini telah naik pangkat.
"Kalau Pak Dasco sekarang sudah jadi profesor, dulu provokator," ucap Prabowo yang kembali mengundang gelak tawa para tamu.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga berkelakar bahwa dirinya pernah menarik Dasco agar bergabung dengannya.
"Kau kalau gua enggak narik lu, jangan-jangan enggak tahu lu ke mana sekarang itu," katanya kepada Dasco.
Selanjutnya, Prabowo menunjuk Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai kancil ketiga. Pernyataan itu langsung disambut tawa Bahlil dan para hadirin.
"Kancil ketiga mungkin Ketum Golkar itu," kata Prabowo sambil mengarah kepada Bahlil.
Menutup candaan tersebut, Prabowo mengatakan ketiga tokoh itu akan menjadi kombinasi yang berbahaya apabila berkumpul dalam satu forum.
"Itu kalau tiga orang berkumpul repot kita ini. Bahaya," ujar Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan peserta Harlah PKB.





