2 Jenazah Korban KM Nurul Salsa Teridentifikasi, Ini Identitasnya

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak dua kantong jenazah korban tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa di perairan laut Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, akhirnya teridentifikasi. Mereka adalah, Hasriati dan Bau Intang.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan tim forensik Biddokes Polda Sulsel telah berhasil mengidentifikasi dua kantong mayat yang diserahkan Basarnas kemarin.

"Dua jenazah yang diserahkan Basarnas adalah korban atau penumpang KM Nurul Salsa," kata Didik kepada wartawan, Kamis (23/7).

Didik menegaskan, Basarnas dan kepolisian telah merampungkan data jumlah penumpang kapal KM Nurul Salsa. Dari awalnya sebanyak 78 orang, menjadi 76 orang. Sehingga, total korban yang masih dalam pencarian sebanyak 17 orang.

"Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa mengalami perubahan dari sebelumnya 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama yang tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama yang sebelumnya masuk dalam daftar manifest, namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa," jelas dia.

Terpisah, Kabiddokes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris mengatakan, identifikasi kedua jenazah dilakukan dengan cara metode DVI. Yaitu, mencocokkan data post mortem dari jenazah dengan data ante mortem dari keluarga korban.

Data pembanding dapat berupa sidik jari, rekam medis, susunan gigi, hingga properti atau barang pribadi yang melekat pada korban.

Berikut identitas kedua jenazah;

  1. Kantong jenazah dengan nomor PM 62 B01 Selayar cocok dengan nomor AM002, teridentifikasi sebagai Hasriati, jenis kelamin perempuan, umur 44 tahun, warga Dusun Garassi, Kelurahan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui data gigi, data medis, dan properti.

  2. Kantong jenazah dengan nomor PM 62 B02 Selayar cocok dengan nomor AM001, teridentifikasi sebagai Bau Intang, perempuan, umur 50 tahun, warga Putabangun, Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui sidik jari dan data medis.

Ia menambahkan, hingga kini Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima 16 data ante mortem dari keluarga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Data tersebut menjadi acuan dalam memastikan identitas setiap korban yang ditemukan.

"Hingga saat ini Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima laporan ante mortem sebanyak 16 korban dari 17 korban," katanya.

Setelah identitas kedua korban dipastikan, jenazah selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asal untuk dimakamkan oleh keluarga.

"Hari ini kedua jenazah akan langsung diserahkan ke Polres Selayar untuk dibawa ke Kabupaten Selayar untuk diserahkan kepada keluarga," ujar Haris.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Volume Usaha Koperasi Sumut Tembus Rp7,47 Triliun hingga Juni 2025
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dokter Tifa Hadapi Sidang Putusan Sela Hari Ini, Roy Suryo Bakal Hadir
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Respons Shin Tae-yong Atas Sanksi Blacklist dari Sepak Bola Korea Selatan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Sepak Bola, Kekuasaan, dan Moralitas
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Barantin Perkuat Tujuh Strategi Pengawasan Perbatasan di Kepri untuk Cegah Penyelundupan Komoditas Ilegal
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.