Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan ke dua jalur utama, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil di dalam maupun luar negeri sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Saifullah mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memastikan setiap lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sesuai potensi yang dimiliki.
Ia mengungkapkan, "Sesuai arahan Presiden, lulusan Sekolah Rakyat diarahkan ke dua jalur. Satu, dia bisa ke perguruan tinggi kalau memenuhi syarat. Yang kedua, menjadi pekerja terampil, baik pekerja terampil dalam negeri maupun pekerja terampil ke luar negeri."
Pemetaan Bakat Jadi Dasar Penentuan JalurSaifullah menegaskan penentuan jalur pendidikan maupun profesi siswa tidak didasarkan pada tes akademik.
Pemerintah menggunakan pemetaan bakat dan potensi yang dilakukan sejak awal siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat melalui tes DNA Talent berbasis AI.
Ia menegaskan, "Jadi tidak ada yang namanya tes akademis. Yang ada adalah tes DNA Talent. Jadi setiap anak di sini, tadi disebutkan setiap anak berharga, dan kita cari talent-nya, kita cari kecerdasannya yang merupakan bagian dari multiple intelligences. Kita menggunakan tes DNA Talent berbasis AI."
Hasil pemetaan tersebut menjadi acuan bagi pendidik untuk mengarahkan siswa ke bidang pendidikan maupun profesi yang paling sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Saifullah mengungkapkan, "Jadi kita sudah tahu anak-anak yang di Sekolah Rakyat ini, talent-nya apa, bakatnya apa, dan akan diarahkan. Nanti kalau sudah besar, kalau sudah lulus, profesi sebaiknya di bidang hukum, atau di bidang kesehatan, di bidang teknik, atau di bidang-bidang lain."
Pembinaan Bahasa Asing dan Peluang BeasiswaSelain pemetaan bakat, Sekolah Rakyat juga memberikan pembinaan kemampuan bahasa asing sesuai minat siswa sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja di dalam dan luar negeri.
Bahasa yang dapat dipelajari meliputi bahasa Arab, Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, serta bahasa lainnya sesuai minat peserta didik.
Ia mengatakan, "Maka itu, di Sekolah Rakyat kita akan bimbing siapa pun yang punya minat di bidang bahasa, apakah Arab, Inggris, atau juga tadi ada Mandarin dan bahasa-bahasa lain, Jepang, Korea, selama mereka memang punya minat."
Siswa yang memiliki minat di bidang pariwisata juga akan diarahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di bawah Kementerian Pariwisata melalui program beasiswa hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Saifullah menjelaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga rentan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sasaran program tersebut meliputi anak yang putus sekolah, berpotensi putus sekolah, tidak sekolah, serta anak yang belum bersekolah pada usia yang seharusnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan yang disesuaikan dengan bakat, minat, dan potensi setiap peserta didik.




