VIVA – Hati seseorang bisa keras maupun lembut karena berbagai alasan, dan kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tak terkecuali orang tua hingga bos di tempat kerja.
Secara umum, sosok atasan kerap dipersepsikan berhati keras, terutama ketika mereka kedapatan memarahi bawahannya.
Hal ini tak jarang menimbulkan rasa takut tersendiri bagi karyawan.
Selain itu, kecemasan kerap muncul karena momen berinteraksi dengan bos berpotensi memicu perbedaan pendapat hingga perselisihan.
Dalam kondisi seperti ini, secara alam sadar kita tentu akan berusaha mencari jalan keluar agar tetap bisa berkomunikasi dengan nyaman, baik kepada orang tua maupun atasan yang berwatak keras.
Melalui ceramah singkatnya yang diunggah oleh akun TikTok @senjasejuk, Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan cara untuk menghadapi situasi tersebut.
UAH menjelaskan bahwa penilaian terhadap seseorang yang berhati "keras" sebenarnya memiliki beragam makna—bisa karena teguh pada prinsip, faktor pembawaan, maupun alasan lainnya.
Menariknya, kondisi tersebut sebenarnya bisa dilunakkan atas izin dan pertolongan Allah SWT.
"Kalau kita berhadapan dengan orang yang keras. Keras itu bisa prinsip, bisa kukuh dalam pendirian bisa juga tegas dalam bersikap, aau agak sedikit mengkhawatirkan atau ada ancaman yang mungkin diterima," kata Ustaz Adi Hidayat.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menyarankan untuk mengamalkan ajaran yang ada dalam Islam guna menghadapi kondisi tersebut.
Salah satu cara efektif untuk melunakkan hati yang keras adalah dengan memanjatkan doa.
Lafal doa ini terbilang sangat mudah untuk dihafal dan dipraktikkan.
Doa ini sendiri pernah dipanjatkan oleh Nabi Musa AS saat berhadapan dengan Firaun, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur'an surah Thaha ayat 25–28:
رَبِّ ا شْرَحْ لِيْ صَدْرِ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْ قَوْلِيْ
Rabbisyrahlî shâdrî wayassyirlî amrI wahlul uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî.
Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thâhâ[ 20]: 25-28)
"Maka di Alquran tuh diajarkan doa singkat kita hafalin Insya Allah ya robbisrohli ... Doa ini dibaca dengan penuh kekuatan keimanan," jelasnya.
Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga menegaskan bahwa doa ini sangat baik dibaca sesudah menunaikan shalat.





