Wamenlu dan BOSF Tekankan Standar ESG Indonesia sebagai Investasi Sektor Keberlanjutan

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor industri kini menjadi agenda strategis nasional, dan bukan semata mengikuti arus tren global. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno, menekankan bahwa standar ESG merupakan investasi di sektor keberlanjutan.

"Pemerintah Indonesia mendorong transisi peran dari pengguna standar internasional menjadi perancang standar ESG yang otentik dan berbasis kondisi domestik," ujar Havas, dalam forum bersama Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF), di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menilai, langkah tersebut bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus meningkatkan pengaruh dalam pembentukan tata kelola keberlanjutan global. Menurutnya, pembaruan arsitektur riset dan pengembangan (R&D) nasional agar selaras dengan kebutuhan transformasi industri hijau sangat penting.

Indonesia, lanjutnya, dapat mengadaptasi model pendanaan “segitiga” Fraunhofer-Gesellschaft di Jerman. Konsep tersebut menyeimbangkan dana dasar publik, pendanaan proyek kompetitif, dan riset kontrak berbayar dari industri, sehingga standar yang dihasilkan memiliki kredibilitas keilmuan sekaligus relevansi pasar.

"Model semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia usaha secara lebih berkelanjutan," tuturnya.

Havas menyebut pendekatan adaptasi berbeda dengan adopsi. Menurutnya, pendekatan adopsi standar negara-negara maju tidak akan mengantarkan Indonesia pada posisi kepemimpinan di sektor keberlanjutan.

"Kepemimpinan lahir dari kemampuan merancang institusi yang menciptakan nilai baru yang inklusif, sehingga pada gilirannya dapat menjadi acuan bagi pihak lain," katanya. Kolaborasi Riset
Sesi diskusi forum Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF), di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Metrotvnews.com/Marup

Indonesia memiliki peluang membangun keunggulan komparatif, bahkan keunggulan kepemimpinan (leadership advantage). Harus ada perancangan standar yang sesuai dengan karakteristik ekosistem tropis, hilirisasi mineral, dan kekayaan hayati kawasan maritim nasional.

Marine Portfolio Manager GIZ, Yuliana Cahya Wulan, menekankan pentingnya bagi korporasi besar untuk membangun unit riset dan keberlanjutan secara in-house. Dengan demikian, metrik ESG yang dihasilkan bersumber langsung dari data produksi, bukan semata dari laporan kepatuhan administratif.

"Mekanisme pendanaan perlu memberi penghargaan kepada industri yang menghasilkan metodologi, teknologi, dan model bisnis ESG baru, di samping pelaporan yang lebih baik,” ucapnya.

Rektor Sampoerna University, Wahdi Salasi April Yudhi mengatakan, sebuah inisiatif besar harus dilakukan untuk mempertemukan para pembuat kebijakan dan pemimpin perniagaan. Sinergi pentahelix ini bertujuan untuk menciptakan lompatan dan peluang baru bagi kemajuan pemerintahan serta berbagai sektor strategis di Indonesia.

Langkah strategis ini juga didukung secara langsung oleh posisi unik dan keunggulan dari institusi pendidikan yang terlibat. Kehadiran kampus berskala internasional di kawasan regional menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan standar sumber daya manusia.

Baca Juga :

14th ASED, Simak 15 Poin Pernyataan Bersama Menteri-Menteri Pendidikan di ASEAN
"kami percaya kolaborasi adalah penting untuk mengatasi tantangan kompleks ini, dan mencari kesempatan untuk mengembangkan perkembangan," terangnya.

Staf Ahli Bidang Manajemen Kemenlu, Acep Somantri mengatakan, pengembangan Research and Development di Indonesia membutuhkan dorongan ekstra agar bisa berdaya saing global. Kunci utamanya ternyata bukan sekadar dukungan regulasi, melainkan komitmen kuat dari para pelaku industri itu sendiri untuk mulai berinvestasi pada inovasi, termasuk mengintegrasikannya dengan standar ESG.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amazon PHK Karyawan Unit AI Meski Tengah Investasi Jumbo untuk Kejar OpenAI
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pajak Ekonomi Digital Capai Rp54,71 Triliun hingga Akhir Juni 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Ungkap Anwar Sadad Terima Rp 6,9 Miliar dari Tiga Tersangka
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR Bahas Reforma Agraria-Hak Masyarakat Adat
• 13 jam laludetik.com
thumb
Ketum LOGIS 08 Dukung Perampingan BUMN Demi Efisiensi Ekonomi Nasional
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.