Polisi Usut Tewasnya Dokter PPDS di Semak-semak RSUD Siak

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Siak, VIVA – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Riau masih mendalami kasus kematian dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau di semak-semak belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Kabupaten Siak, dr Alex Cristo Loris.

Kepala Satreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos di Siak, Kamis malam, mengatakan tim penyidik telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa jenazah, serta mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian sejak ditemukan Selasa 14 Juli 2026.

Baca Juga :
Respons Kemenkes RI Soal Kabar Meninggalnya Dokter Magang di Lampung
IDI Pastikan Kematian Dokter Magang di Lampung Bukan karena Overwork dan Bullying

Jasad korban telah dikirim untuk menjalani proses autopsi, sedangkan barang bukti yang ditemukan dibawa ke laboratorium forensik (labfor).

"Untuk hasil autopsi masih membutuhkan pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Begitu juga untuk barang bukti masih menunggu hasil dari laboratorium forensik," katanya.

Bukti lainnya, kata dia, telah mendapatkan dan mengamankan seluruh rekaman CCTV yang merekam jalur perjalanan korban, mulai keluar rumah sakit sampai menuju ke TKP yang diambil dari dua sumber CCTV.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci, di antaranya petugas keamanan dan pegawai RSUD, dua dokter pembimbing residen anestesi, satu dokter residen anestesi, serta istri korban.

Pihak kepolisian juga memperluas pemeriksaan, termasuk ke rekan sejawat korban di FK UNRI meliputi staf akademik serta bagian keuangan. Bahkan dua rekan korban di Maluku, yaitu bidan dan satu dokter, sudah dihubungi secara langsung dan memberikan keterangan terkait informasi yang didapatkan.

Bukti lainnya satu unit telepon selular milik dr Alex telah dibuka secara manual oleh penyidik dengan bantuan istri korban serta disaksikan langsung oleh orang tua dan abang kandung korban.

Proses tersebut sudah dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan namun karena ada beberapa item dan aplikasi yang tidak bisa dibuka dan saat ini dikirimkan ke labfor.

Berdasarkan kombinasi dari beberapa temuan barang bukti, keterangan saksi, serta hasil yang diperoleh dari ponsel korban, Satreskrim Polres Siak memandang perlu untuk melakukan pemeriksaan psikologi forensik. Kepolisian telah meminta bantuan tenaga ahli ke Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR).

Baca Juga :
Berhari-hari Gak Keluar Kamar, Dokter Koas UI Ditemukan Meninggal Dunia di Penginapan Lampung
Padahal Dulunya Berprofesi Dokter Gigi, Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Kini Mendekam 20 Tahun di Penjara
3 Kasus Dokter Meninggal Diduga Akibat Bullying, Terbaru dr Adrian Rantung

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tetapkan Suami Guru SD di Tanjung Balai Tersangka Pencabulan Anak
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Hilangkan Barang Bukti Korupsi, Kajari Jember Tetapkan 3 Tersangka
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kemarau Picu Kekeringan di Sragen, Warga Andalkan Air Bantuan BPBD untuk Sehari-hari | KOMPAS SIANG
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Peringati Hari Anak Nasional, BULOG Salurkan 500 Paket Beras bagi Siswa Penyandang Disabilitas
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.