"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera. Tadi kami hanya berdoa lalu mencoba asal masuk saja bolanya, yang penting tidak melakukan kesalahan sendiri. Poin sudah tertinggal jauh di interval gim ketiga tapi kami terus mencoba," ujar Rachel usai laga.
Rachel juga membeberkan kendala teknis yang sempat dialami di game pertama dan awal game ketiga akibat faktor angin. Untungnya, ia dan Febi berhasil mengatasi kendala tersebut dan meraih kemenangan.
"Di sisi lapangan gim pertama dan awal gim ketiga itu sebenarnya kami posisinya menang angin. Tapi mereka selalu siap dengan pukulan-pukulan kencang kami, jadi malah kami yang kurang yakin dengan arah pengembaliannya," tambahnya. Kekuatan Mental Jadi Penentu Di sisi lain, Febi memuji pertahanan solid yang ditunjukkan oleh pasangan Lauren Lam/Allison Quynh Lee. Menurutnya, dibutuhkan kerja ekstra keras untuk mematahkan pertahanan wakil Amerika Serikat tersebut. Baca juga: China Open 2026: Strategi Tepat Fajar/Fikri Berbuah Tiket Perempat Final "Pasangan Amerika Serikat punya pertahanan yang ulet, itu yang menyulitkan kami. Sudah terus menyerang tapi susah untuk tembus," jelas Febi.
Namun, di tengah tekanan tinggi jelang akhir pertandingan, Febi menegaskan bahwa kunci utama mereka ada pada kesiapan mental dan keyakinan diri.
"Di momen kritis, saya hanya meyakinkan diri sendiri kalau masih bisa, belum selesai. Lebih ke non-teknisnya sih tadi," tegas Febi. Persiapan Menuju Babak Perempat Final Lolos ke babak perempat final tak membuat Rachel/Febi berpuas diri. Mengingat persaingan yang akan makin ketat di babak delapan besar, pasangan ini bertekad untuk mengevaluasi kekurangan dari laga sebelumnya dan menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
"Besok di perempat final pastinya kami mau menang lagi, tapi banyak yang harus dipersiapkan berkaca dari pertandingan tadi. Kondisinya dijaga terus," tutup Rachel penuh optimisme.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





